Teknologi Smartphone di jaman sekarang ini sudah sangat maju. Hal ini dibuktikan dengan berkembangnya teknologi mengenai berbagai hal di dalam ponsel itu sendiri, mulai dari prosesor, layar, jaringan, memori, bahkan hingga baterai. Salah satu perkembangan yang bisa dibilang cukup baik adalah teknologi baterai ponsel. Bisa kita bandingkan dengan beberap atahun lalu saat ponsel masih memiliki daya baterai yang kecil. Namun sekarang ini teknologi baterai ponsel sudah sangat berkembang. Kebanyakan ponsel saat ini menggunakan daya baterai handphone di atas 1000 mAh sebagai penyuplai energi bagi ponsel tersebut.

Baterai Handphone Bertenaga Nuklir

Baterai Ponsel

Meskipun sudah sangat berkembang, namun banyak pengguna smartphone masih mengeluhkan kekurangan dari baterai ponsel yang cepat habis alias boros baterai. Handphone dengan baterai terbesar dan teriritpun hanya mampu bertahan maksimal 2 hari saja. Bahkan jika pengoperasian ponsel terus ditekan, rentang waktu tersebut terus menurun hingga 1 atau bahkan setengah hari saja. Sebenarnya ada alternatif energi yang dapat memperpanjang periode pemakaian baterai yakni dengan menggunakan teknologi Nuklir.

Tidak tanggung-tanggung, baterai ponsel yang menggunakan teknologi nuklir dapat bertahan hingga 12 tahun dalam sekali pengisian. Bisa dibayangkan jika hal ini benar-benar terealisasi. Usia handphone anda mungkin tidak mencapai 12 tahun, namun bisa dipastikan bahwa baterai handphone anda masih bisa dipakai. Tentunya harga handphone terbaru yang sudah menggunakan teknologi ini akan dibanderol cukup mahal. Gagasan ini awalnya diajukan oleh Direktur Utama PT Industri Nuklir Indonesia (Inuki). Hal ini merupakan sebuah loncatan besar yang dapat dilakukan untuk meminimalisir penggunaan bahan bakar minyak dunia yang semakin menipis. Jika suatu saat telah habis, maka teknologi Nuklir ini nantinya bisa menjadi tonggak kehidupan yang dapat menopang kelangsungan hidup manusia selanjutnya. Hal ini diperparah lagi dengan ketergantungan manusia dengan energi listrik.

Baterai Nuklir

Selama ini nuklir identik dengan senjata pemusnah masal dan untuk pembangkit listrik yang menggunakan energi yang besar. Namun jika kita dapat memanfaatkan lebih efisien lagi, tentulah hal ini akan sangat mungkin terjadi. Keuangan konsumen akan sangat terbantu dengan adanya teknologi nuklir ini.

Masyarakat Indonesia sejatinya masih merasa takut dengan adanya sumber energi alternatif ini. Hal ini dikarenakan banyaknya kontroversi yang timbul adanya energi nuklir ini. Apalagi ketika energi nuklir ini disematkan ke dalam ponsel yang notabene menjadi barang yang sehari-hari dipegang oleh banyak orang. Padahal ternyata energi nuklir ini sudah mulai digunakan dalam teknologi baterai ponsel dan juga baterai-baterai perangkat lainnya. Namun secara sengaja pabrikan tidak mencantumkan komposisi nuklir ke dalam informasi baterai tersebut untuk meminimalisir kepanikan masyarakat kita.

Baterai Nanotritium

Di beberapa bagian, nuklir juga sudah mulai merambah ke dunia kedokteran. Energi nuklir digunakan untuk meradiasi sel-sel kanker supaya tidak berkembang menjadi lebih ganas lagi. Dengan begitu banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dari energi nuklir, maka hal ini mendorong negara-negara besar untuk terus mengembangkan energi nuklir mereka. Sebagai contoh, Tiongkok dan Korea Selatan di tahun 1958 pernah mempelajari pengembangan teknologi nuklir dari Indonesia, namun sekarang justru mereka menyalip Indonesia. Di sana sudah banyak didirikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai energi alternatif untuk membangkitkan perekonomian mereka. Sedangkan di Indonesia masyarakatya justru memiliki paradigma terbalik mengenai perkembangan nuklir tersebut. Hal inilah yang harus kita ubah bahwa energi nuklir sejatinya tidak perlu ditakuti selama kita memperlakukannya sebaik mungkin. Pemerintah juga harus turut mengkampanyekan pengembangan nuklir sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan.

Comments

comments