Teknologi USG (Ultrasonografi) yang semakin canggih merupakan impian para ahli kandungan. Dimulai dari gambar hitam putih tak bergerak (2 dimensi), rekonstruksi 3 dimensi, bahkan kini pemeriksaan ultrasonografi 4 dimensi (USG 4D) dengan teknologi terbaru mampu mendeteksi kelainan pada janin sedini mungkin. USG 4D dihadirkan karena USG 3D dirasa belum cukup karena belum mampu merekam gerak janin, padahal, jika dilihat diteiti lebih dalam untuk USG 4D hampir sama dengan teknolosi USG 3D yakni mampu mendeteksi secara lebih akurat jika terjadi kelainan pada janin. Lalu, perlukan USG? Dan sejauh mana tren USG 4D untuk ibu hamil saat ini.

Secara general, pemeriksaan ultrasonografi saat ini tentu cukup diperlukan, meski begitu, jika tidak pun tak mengapa, asalkan si ibu kerap memperhatikan kesehatan atau perkembangan janin setiap waktu. Kesehatan bayi dan ibu adalah hal yang utama untuk dilakukan tentu saja. Nah, setelah hal utama telah dilakukan dan disesuaikan maka bisa berlanjut hingga tahap selanjutnya.

Tren USG 4D Untuk Ibu Hamil Saat Ini
Ibu Hamil yang sedang melakukan Ultrasonografi

Oya, ada sedikit perbedaan teknologi USG 4D dengan sebelumnya, dengan teknologi 4D paramedis mampu merekam gerakan-gerakan janin, seperti ketika janin sedang menghisap ibu jari, menendang, memukul, ngulet, dan lainnya, USG 4D bisa memberikan informasi lebih banyak mengenai keadaan janin, terutama dalam pengamatan perilaku janin (fetal behavior) tanpa keterlambatan waktu.

Itu sebabnya mengapa tren USG 4D untuk ibu hamil saat ini kerap diminati, tak hanya itu, dengan teknologi 4D gerakan-gerakan yang direkam tersebut bisa disimpan dalam database komputer, selanjutnya bisa disimpan kemudian dipindai dalam flashdisk atau CD. Beberapa kalangan bahkan menjadikan dokumentasi tersebut sebagai pra kelahiran yang sengaja di cetak dan dipampang di dinding rumah.

Perlunya USG

Di usia kandungan 11-14 minggu, USG 4D bisa mengidentifikasikan kelainan hingga 85 persen, mampu mengidentifikasi down’s syndrome dan kelainan kromosom lain, serta kelainan jantung bawaan dini. Di usia kandungan 18-22 minggu mampu mendeteksi kelainan janin struktural (detail anomaly scan).  Sementara di usia kandungan 28-32 minggu mampu mendeteksi kelainan pertumbuhan janin, kelainan letak janin, letak plasenta, tali pusat, jumlah air ketuban, profil biofisik janin, kelainan organ janin yang baru tampak pada usia kehamilan lanjut (seperti pada otak, ginjal, dan lainnya), serta kelainan letak tulang bayi.

Nah, dengan beberapa data kecil yang Kami utarakan Anda tentu kerap memperhatikan kesehatan janin dengan memberikan makanan dan minuman bayi yang sesuai dan bergizi tinggi. Hal ini tentu sebagai bentuk pencegahan guna lebih memperkuat kondisi kesehatan janin terhadap virus serta daya tahan ketika sering diajak beraktivitas tinggi. Bahkan jelang masa kelahiran, tak sedikit yang pada masa menunggu kelahiran si ibu kerap menjalankan pekerjaan seperti biasa.

Umumnya, wanita hamil tidak memerlukan pemeriksaan USG 4D untuk alasan medis, bukan sebagai tren USG 4D untuk ibu hamil saat ini. Pemeriksaan khusus seperti ini hanya dilakukan bila kelompok Ibu dengan riwayat kelahiran anak cacat sebelumnya atau digolongkan pada kelompok kehamilan risiko yang kemungkinan melahirkan anak dengan gangguan, misal hamil dengan usia tua, dan Ibu yang selama hamil muda terekspos dengan obat atau bahan tertentu yang berbahaya.

Namun sekarang berbeda, banyak calon ibu yang mengikuti proses USG 4D agar dapat melihat ’rupa janinnya’ lebih dari detail. Dari segi medis tentunya ini bukan kegunaan ultrasonografi yang sesungguhnya. Sebenarnya banyak dokter yang tak mau menyebut USG ini dengan nama 4D, melainkan Live 3D atau 3D Real Time mengingat dimensi itu hanya ada tiga. Namun untuk lebih menarik perhatian konsumen, maka produsen dan pemasar produknya yang menggunakan nama ini. Akhirnya, nama USG 4D pun digunakan lebih umum dan menjadi tren untuk ibu hamil saat ini.

Secara etika kedokteran, dokter yang melakukan USG haruslah dokter yang sudah mempunyai sertifikat kompetensi dalam bidang USG yang dikeluarkan perkumpulan profesi atau badan dunia semacam WHO. Sertifikasi ini diperlukan mengingat teknik-teknik melakukan dan membaca USG harus dipelajari dengan baik dan benar, guna mendukung hasil yang akurat.

Kekurangan dan Kelebihan USG 4D

Tren USG 4D untuk ibu hamil saat ini bukan tak mungkin memiliki kekurangan dan kelebihan, dari sisi kekurangannya, USG 4D sangat bergantung pada posisi janin dan biayanya yang sangat mahal. Bila janin sedang membelakangi kita atau posisi menelungkup, maka sulit melihat organ-organ tubuh bagian depan, seperti jenis kelamin, bentuk wajah, keadaan tangan dan kaki, serta dinding dada dan perut.

Untuk bisa melihatnya, kita harus menunggu janin bergerak hingga mukanya menghadap ke depan (ke arah pemeriksa). Selain itu, untuk merekam gerak janin membutuhkan waktu USG lebih lama karena butuh waktu beberapa detik untuk merekamnya.

Walau kemajuan teknologi dan inovasi pemeriksaan USG 4D ini dapat memberikan pemeriksaan yang lebih baik dibandingkan pemeriksaan USG 2D dan 3D, namun beberapa dokter meyakini pemeriksaan ultrasonografi yang tidak diperlukan untuk indikasi medis sebaiknya dihindari. Selain itu, perlu dipertimbangkan bahwa walau pada pemeriksaan USG 4D dapat memberikan gambaran berkualitas tinggi, namun juga menggunakan tingkat energi yang lebih tinggi yang belum diketahui dampaknya terhadap janin.

Setelah melakukan pemeriksaan dengan USG, dokter yang baik akan memberikan penjelasan kepada kita mengenai kondisi janin secara lengkap. Mulai ukuran lingkar kepala janin, panjang lengan atas, lingkar perut, panjang paha, berat badan, umur, hingga dinding perut, yang berurutan secara sistematis. Jika tak diberikan penjelasan, kita berhak menanyakan, bahkan secara detail apabila muncul kelainan. Gunakan hak kita sebaik-baiknya mengingat kita tidak gratis mendapatkan pelayanan dokter.

Tren USG 4D Untuk Ibu Hamil Saat Ini
USG 4D di Rumah Sakit

Biaya untuk ikutan sebuah treatment pemeriksaan kandungan USG 4D memang beragam dan bahkan di beberapa tempat jauh lebih mahal apabila dibandingkan dengan USG biasa. Namun hal tersebut kembali kepada Anda sebagai calon orang tua, apabila dengan kondisi medis (misal terdeteksi ada kelainan pada janin) sebaiknya memang USG 4D dilakukan, agar penanganan yang tepat bisa segera diatasi. Tetapi sejauh asupan gizi dan makanan yang dikonsumsi sang ibu baik maka akan lebih baik perkembangan janin. Anda bisa melihat dan memilih jenis makanan untuk ibu yang sedang hamil di http://www.pricearea.com/result/ibu+menyusui.

Perlu juga diingat bahwa tren USG 4D untuk ibu hamil saat ini bukanlah sebagai pendeteksi wajah atau rupa si janin, akan salah pengertian sekali jika ultrasonografi di lakukan hanya karena ingin melihat itu, yang sebenarnya adalah USG diperlukan untuk mengetahui dan membantu medis dalam memeriksa kesehatan janin serta kelengkaan anatomi tubuh yang dimiliki. Oleh karena itu, bagi Ibu yang ingin / akan menjalani pemeriksaan ultrasonografi, sebaiknya Ibu mendiskusikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai manfaat dan teknologi USG yang digunakan. Pastikan bahwa pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis terlatih, berpengalaman serta bersertifikasi mengoperasikan USG. Bukan ikut-ikutan menjadi tren pemeriksaan kandungan.

Sumber : www.bilna.com

Comments

comments