Apakah Anda percaya bahwa teknologi sebagai generator dalam kehidupan manusia? Pasti Anda tentu akan mengataka ya setelah berfirkir sejenak. Hampir setiap sendi khidupan tersisip sebuah teknologi, dan jika demikian tentu bukan tidka mungkin jika akhirnya manusia adalah generator dari perangkat teknologi.

Setelah produk teknologi tersebut diciptakan, maka pengembang teknologi tersebut juga tak mau hanya membuat dan tidak bisa dinikmati oleh orang banyak. Pasti ada sebuah tim kecil yang lebih dulu menyusun sebuah desertasi atau riset mengenai dampak buruk dan baik jika sebuah produk teknologi tersebut dibuat atau dikembangkan.

Tapi tunggu dulu, tak semua melakukan prosedur itu, ada kalanya beberapa perusahaan tak melalui itu namun cenderung lebih mengutamakan permintaan yang muncul dari konsumen, pasalnya ini ada kaitannya dengan proses sebuah bisnis. Dimana ada permintaan tinggi maka supplay juga ikut naik dan ujung-ujungnya income yang sudah secara otomatis berbuah laba.

Ilustrasi Ragam Gadget Kita Dalam Kehidupan
Ilustrasi Ragam Gadget Kita Dalam Kehidupan

Penggerak Generator Itu Adalah Gadget

Percaya atau tidak, inilah yang menjadikan sebuah generator. Bayangkan jika tidak tersedia jenis-jenis alat canggih yang semakin hari semakin memiliki kemudahan serta fitur yang cukup futuristik. Misalnya saja sebuah alat komunikasi, yang sebelumnya sebuah alat komunikasi ini tak bisa dibawa-bawa, maka kini bisa, bahkan memiliki ukuran yang cukup kecil agar bisa dimasukkan ke dalam saku setiap pengguna.

Ini tentu sebagai bukti bahwa perubahan yang terjadi dari sebuah perangkat teknologi begitu cepat, dan akhirnya menuntut untuk siapapun mampu menggunakannya. Dan semuanya dibuat menjadi portable, semua bisa digunakan tanpa harus memerlukan tempat lebih luas. Era komputasi pada laptop misalnya, kini komputer yang sejatinya memiliki ukuran yang cukup besar maka saat ini tergantikan dengan komputer jinjing atau yang banyak dikenal dengan notebook.

Tak hanya itu, pemutar musik, serta perangkat elektronik lain yang hadir sebagai kebutuhan manusia dalam keseharian juga memungkinkan untuk bisa digunakan dengan mudah. Dan itulah yang membuat teknologi sebagai generator dalam kehidupan manusia. Jika tak hadir sebuah teknologi maka apajadinya, manusia akan cenderung statis dan tak memiliki tujuan hidup serta ambisi yang mana telah diberikan akal oleh tuhan dimana seharusnya digunakan untuk berfikir.

Layaknya Sebuah Oksigen

Tak dapat di pungkiri bahwa era modern telah membuka jendela baru perkembangan masyarakat untuk mengakses informasi di belahan dunia. Di era sebelumnya kita hanya dapat mengandalkan tenaga fisik untuk menyampaikan berita yang satu dan berita yang lainnya ke orang lain.

Tidak sekarang, kini telah terjadi alih fungsi kerja otot dengan hadirnya teknologi yang memudahkan kita untuk menyampaikan informasi kepada orang yang kita tuju dengan sepersekian detik. website berita adalah salah satu produk teknologi yang dapat digunakan sebagai contoh slain sebuah telepon genggam.

Jika di ibaratkan, tekhnologi itu ibarat oksigen dan keinginan itu adalah aliran darah kita. Keduanya tak bisa dilepaskan hingga jika overlap maka akan menjadi efek negatif. Teknologi  seolah-olah nafas yang kita miliki, sehingga tanpa akses tekhnologi dalam sehari-hari seakan-akan ingin berhenti karena pasokan oksigen yang di butuhkan oleh darah untuk di alirkan keseluruh tubuh berhenti.

Bisa jadi pasokan oksigennya kurang  karena gangguan pernafasan yang menghambat oksigen masuk kedalam paru-paru, karena itu, selain teknologi sebagai generator dalam kehidupan manusia, teknologi juga layaknya sebuah oksigen. (pulmo)

yeni pramita

Latest posts by yeni pramita (see all)

Comments

comments