Teknologi sebagai alat bantu kehidupan bukan tujuan – Di-era digital sekarang banyak alat-alat yang menggunakan teknologi, mulai dari handphone, televisi, komputer, tablet, mobil, motor dan lain sebagai nya. Alat-alat yang diciptakan pada dasarnya untuk memudahkan manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Pengaruh teknologi yang dominan ini tentu memiliki efek positif dan negatif. Teknologi yang syarat dengan kemudahan sering kali digunakan untuk perbuataan yang tidak baik. bahkan terkadang membuat seseorang lupa akan lingkungan disekitarnya.

Di dalam setiap komponen penggunaan teknologi terdapat dua sisi yang tidak bisa dipungkiri keberadaanya, dari semua komponen itu terdapat sisi positif dan negatifnya tidak terkecuali dengan teknologi yang selalu kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Teknologi ini akan berguna dan menghasilkan sesuatu yang positif apabila penggunanya untuk hal-hal yang positif dan sebaliknya apabila pengguna teknologi itu menggunakannya untuk hal negatif maka teknologi itu sendiri akan menghasilkan sesuatu yang negatif.

Penemuaan fenomenal di abad ini yakni internet dan telepon selular, menjadikan setiap orang dapat terhubung di manapun dia berada, dari sabang sampai merauke masyarakat indonesia bisa berkomunikasi dan berinteraksi asal mereka terhubung dengan benda satu itu. Penggunaan smartphone (gadget) dengan koneksi internet dikalangan masyarakat sudah tidak asing lagi kita rasakan. Terkadang kita tergelitik sendiri melihat seseorang memegang smartphone nya, dengan tiba-tiba dia tertawa dan tersenyum sendiri.

Ilustrasi Teknologi Sebagai Alat Bantu Kehidupan Bukan Tujuan
Ilustrasi Teknologi Sebagai Alat Bantu Kehidupan Bukan Tujuan

Gadget yang digenggaman kita sering kali membuat kita lupa diri, sehingga melupakan lingkungan disekitar kita, orang yang jauh terasa dekat dan orang yang dekat terasa jauh. Ada pengalaman unik yang saya rasakan, mungkin ini salah satu dampak buruk teknologi. ketika saya berjalan di pusat perbelanjaan, saya melihat sebuah keluarga yang terdiri ayah, ibu dan anak.

Ketika memasuki restoran dan sambil menunggu datangnya pesanan, ayah, ibu dan anak sibuk dengan gadget-nya sendiri-sendiri. Ini sungguh menyedihkan ketika hari libur merupakan hari berkumpul dengan keluarga dan untuk mendekatkan emosional antara orang tua dan anak, tetapi orang tua dan anak sibuk dengan smartphone nya masing-masing. tidak ada bicara, tawa, canda, antara orang tua dan anak tersebut.

Pengalaman unik lain saya rasakan ketika, seorang perempuan paruh-baya yang menabrak saya, ketika sibuk dengan gadget nya. Saat saya berjalan dengan santai dengan keluarga, saya ditabrak dari depan oleh seorang wanita yang sedang asyik berinteraksi menggunakan gadget-nya sambil berjalan.

Sebenarnya saya sedang berhenti untuk mengambil kunci mobil saya yang terjatuh, sehingga saya tertabrak olehnya. Betapa lucu dan malunya wanita tersebut. Bisa dibayangkan apa yang terjadi apabila jari-jari wanita tersebut sedang asyikan memencet di gadget-nya saat ia sedang mengemudi. Wah, ini bisa fatal akibatya dan membahayakan orang lain.

Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bantu bagi manusia. Saat  ini, telah menjadi sebuah kekuatan independen yang justru membelenggu perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Dengan kekuatan pengaruhnya yang sangat besar dan didukung oleh sistem-sistem sosial yang kuat, teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia.

Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi.

Selain dari beberapa dampak negatif diatas masih banyak lagi dampak-dampak negatif lainnya yang harus kita hindari. Seperti rawan terhadap tindak kejahatan, sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang, pemborosan, menjadikan manusia seorang pemalas, memudahkan anak-anak dibawah umur mengakses pornografi dan masih banyak yang lainnya.

Ternyata selain berguna bagi aktivitas kehidupan sehari-hari kita teknologi juga menciptakan dampak-dampak negatif yang bisa merusak kita. Tapi walaupun punya dampat negatif, kita tidak boleh terkekang dengan dampak negatif nya saja, bila diibaratkan teknologi sebuah pistol, maka pertanyaan nya siapakah yang memegang pistol itu, apakah seorang penjahat atau polisi.

Bila pistol itu di pegang seorang penjahat maka akan berdampak negatif, tetapi sebaliknya bila pistol itu di pegang seorang polisi tentu akan berdampak positif.

Bila ditelisik lebih jauh bahwa pengaruh positif yang dapat dirasakan dengan adanya teknologi adalah peningkatan kecepatan, ketepatan, akurasi dan kemudahan yang memberikan efisiensi dalam berbagai bidang, seperti ketepatan waktu, efisiensi tenaga dan biaya. Sebagai contoh keberadaan teknologi dapat dilihat di sekitar kita adalah pengiriman surat hanya memerlukan waktu singkat, karena kehadiran surat elektronic (e-mail), ketelitian hasil perhitungan dapat ditingkatkan dengan adanya komputerisasi, pengelolaan data dalam jumlah besar juga bisa dilakukan dengan mudah yaitu dengan basis data (database), dalam kegiatan ekonomi sudah dilakukannnya e-banking, e-commerce, e-shopping dan masih banyak lagi.

Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi dari teknologi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan dalam melakukan aktifitas manusia, seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan, transportasi dan komunikasi. Teknologi telah memberikan banyak manfaat bagi manusia, dengan inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun manusia tidak bisa menafikan diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia.

So guys, jadikan teknologisebagai alat bantu kehidupan bukan tujuan yang dapat digunakan untuk memudahkan menyelesaikan pekerjaan kita, atau sebagai hiburan (entertainment). Jangan sampai sisi kemanusiaan dan nurani kita tergerus bahkan hilang hanya karena kita menjadikan teknologi adalah segala-galanya dalam hidup. Mari kita berlaku bijak dengan menggunakan teknologi seperlunya agar mendatangakan manfaat bagi diri kita sendiri atau orang lain.

Comments

comments