Teknologi Jaman ‘doeloe’ Versus Sekarang | PriceArea.com
Home > Lomba Menulis > Teknologi Jaman ‘doeloe’ Versus Sekarang

Teknologi Jaman ‘doeloe’ Versus Sekarang

Saudara, sebelum kita bahas mengenai Teknologi Jaman ‘doeloe’ Versus Sekarang, Kita perlu ketahui dulu apa yang di maksud teknologi. Secara umum, ini merupakan keseluruhan peralatan dan prosedur yang terus mengalami penyempurnaan, baik di lihat dari segi pencapaian tujuan maupun proses pelaksanaannya. Tapi yang kita tahu sekarang, perkembangan teknologi ini membuat perkembangan daya tanggap anak tidak se-pesat dahulu. Ini berarti, teknologi mempunyai dampak positif dan negatif dalam kehidupan kita.

Ilustrasi Permainan Lompat Karet sebagai Fenomena Teknologi Jaman doeloe Versus Sekarang

Ilustrasi Permainan Lompat Karet sebagai Fenomena Teknologi Jaman doeloe Versus Sekarang

Perkembangan teknologi yang sangat pesat, telah merambah hampir keseluruh aspek kehidupan manusia, termasuk kehidupan sosial anak. Kini tak lagi terlihat permainan yang dijadikan sebagai arena sosial bocah kecil saat senja menjelang malam. Gateng, lompat karet, gobak sodor, uncal tembok, kelereng, dan masih banyak lagi adalah beberapa contoh permainan tradisional yang kini tak lagi digemari oleh putra dan putri Anda.

Padahal, dari berbagai permainan tradisional ini mempunyai dampak positif untuk perkembangan anak, khususnya di bidang sosial. Saat bermain, anak di tuntut untuk tangung jawab menyelesaikan tugasnya (ketika dia atau si anak tersebt ditunjuk untuk jaga atau terkena hukuman).

Tak hanya itu, mungkin saja dampak lainnya si anak akan mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Tak hanya itu, dua dekade lalu sekelmpok anak akan mengenal meskipun berada jauh tempat tinggalnya, dan mereka saling tegur sapa. Bagaimana saat ini? Lagi-lagi sisi informatif dan kemudahan yang didapat menggiring issue negatif serta orang tua juga telah terbawa dengan menanamkan hal preventif hingga anak tak boleh berkenalan dengan orang lain selain orang yang dikenal.

Fenomena ini tentu tak bisa kita salahkan kedua pihak, namun banyak variabel yang membuat hal ini bisa terjadi, nah, inilah yang akhirnya menjadi pertanyaan besar bagaimana dan apa yang terbaik untuk dilakukan.

Tradisi Gadget

Tradisi seperti inilah yang sangat di sayangkan kelunturanya seiring dengan perubahan jaman dan perkembangan teknologi masa kini. Kita bisa melihat anak-anak zaman sekarang,  khususnya dari kalangan menengah keatas, mereka sibuk dengan dunia mereka masing-masing.

Berbekal GADGET  yang di berikan oleh orang tuanya, anak zaman sekarang jarang sekali bahkan hampir tidak pernah bersosialisasi secara langsung kepada teman sebaya atau bahkan masyarakat sekitar.  Seperti yang saya alami sekarang, saya hidup dikota di sebuah perumahan bersama saudara Saya.

Anak dari saudara saya saat ini berusia 12 tahun. Saya melihat dengan sangat jelas, bagaimana kesibukanya dengan Gadget yang dia punya. Bahkan, ketika Saya tanya apakah dia kenal dengan tetangga sebelah rumah? Jawabannya sangat mencengangkan, tidak hanya anaknya saja, orangtuanya pun tidak kenal dengan tetangga sebelah rumah. Itulah salah satu pengaruh perkembangan teknologi  dalam kehidupan Saya.

Saya ingin sekali, permainan-permainan tradisional tetap di hidupkan. Tapi rasanya sangat tidak mungkin di jaman sekarang. Karena, semua permainan tradisional rata-rata sudah di kemas se-efektif mungkin dalam dunia teknologi.

Anak zaman sekarang, tidak perlu blusukan di kebun, tidak perlu berpanas-panasan, tidak perlu mengerahkan tenaga ekstra untuk bermain. Mereka hanya butuh berfikir saja untuk menyelesaikan masalah yang ada dalam permainan yang di pegangnya, seperti Play Station di komputer dan permainan-permainan yang sering kita jumpai di gadget atau handphone dan di internet.

Kembalikan Permainan Tradisional

Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak semua saudara/i sekalian untuk melestarikan kembali permainan tradisional anak jaman dulu. Mulai dari loncat karet, kelereng dan lain-lain. Khususnya para orangtua, yang dahulunya juga sering bermain dengan permainan itu. Ajak juga anak untuk bersosialisasi, minimal dengan tetangga sebelah kanan kiri depan belakang rumah, karena dengan sosialisasi itulah yang dapat mempercepat perkembangan daya tanggap anak terhadap apa yang di hadapinya nanti.

Walaupun tidak menafikkan bahwasanya mengikuti perkembangan jaman itu harus lakukan, tapi paling tidak dengan mengikuti perkembangan jaman, kita tidak meninggalkan tradisi asli di daerah kita masing-masing.

Kita juga perlu mengikuti perkembangan teknologi, karena telah kita ketahui bersama dampak kemudahan dengan adanya teknologi yang semakin canggih dalam hidup kita. Tapi saya sarankan agar tidak terlalu terhanyut dengan arus perkembanganya. Paling tidak, kita bisa mengimbanginya.

Teknologi yang semakin canggih lama-lama akan menggusur otomatis tradisi yang pernah ada, terutama tradisi bersosial. Pun dengan budaya-budaya yang semakin banyak dan mudah masuk ke indonesia, seperti yang Kita lihat atau mungkin kita alami dalam di lingkungan kita, yang semakin maraknya K-Pop, ini perlahan akan melenakan kita dan akan menghapus memori kita tentang budaya asli kita.

Juga budaya barat, dengan gaya pakaian dan hidup yang glamour dengan salah satunya dengan fashionnya, serta kebebasan yang luar biasa, ini akan menjadikan generasi kita semakin bebas yang tidak terkendali dan brutal.

Tidakkah kalian merindukan masa-masa dahulu yang sangat natural dengan kehidupan, walaupun gaptek juga tapi tetap bahagia serta kerukunan dan kesantunan yang tetap terjaga.

Saya hanya bisa berharap untuk para kontestan dan penggemar teknologi masa kini, tetap budayakan tradisi kita, tetap ikuti perkembangan, dapat mengontrol diri agar tidak terbawa dengan budaya asing yang saat ini tengah gencar mengintai generasi kita, mulai dari yang anakanak hingga yang sudah tua sekalipun.

Ambil yang positif saja dan tinggalkan yeng negatif, tetap semangat berkreasi. Melalui teknologi yang makin canggih ini, kita bisa membudayakan tradisi kita jejaring sosial. Demikian tulisan saya lewat Teknologi Jaman ‘doeloe’ Versus Sekarang, semoga dapat menginspirasi kita para generasi muda indonesia agar tetap cinta dan melestarikan budaya bangsa dan daerah kita masing-masing. (Jameelha Lauzah)

Jameelha Lauzah

Latest posts by Jameelha Lauzah (see all)

Comments

comments

Read previous post:
Ilustrasi Era Teknologi dan Globalisasi
Era Teknologi dan Globalisasi

Kita dapat berbagi informasi dengan hanya tidur dikamar dangan laptop atau handphone yang memiliki jaringan internet tanpa harus bersusah payah.

Close