Teknologi Dianggap Tuhan Kedua? – Tidak bisa dipungkiri, di era saat ini kebutuhan teknologi sudah seperti kebutuhan sandang, papan dan pangan. Betapa tidak, hampir seluruh umat manusia di dunia ini sudah menjadikan teknologi sebagai kebutuhan dan penunjang kehidupan sehari-hari. Bahkan, secara ekstrim barang kali teknologi sudah seperti ‘Tuhan kedua’. Berlebihan memang jika anggapan seperti itu. Tapi itulah nyatanya.

Namun, hadirnya teknologi dikehidupan sehari-hari bak buah simalakama. Mengapa? Teknologi saat ini bisa saja menjadi ‘surga’ bagi pemakainya. Tetapi, tidak sedikit para pengguna teknologi justru salah kaprah sehingga tak jarang justru dengan teknologi kadang-kadang membuat pemakainya terjerumus dalam kesalahan moral.

Ya, itulah yang saat ini terjadi dengan keberadaan teknologi di tengah-tengah kehidupan manusia. Kehadiran teknologi memang masih menjadi kontroversi. Entah itu kontroversi hati ataupun kontroversi kepentingan.

Lalu apa benar kehadiran teknologi membuat hidup manusia menjadi salah kaprah. Atau justru kehadiran teknologi memang benar-benar menolong kehidupan manusia menjadi lebih mudah dan berubah begitu drastis dengan segala ‘mukjizat’ yang diberinya. Secara pribadi justru saya memang sangat mendukung adanya kehadiran teknologi di kehidupan saat ini.

Di tulisan kali ini, diantara banyaknya teknologi yang lahir di muka bumi ini, saya coba akan mengulas satu dari banyaknya teknologi. Yakni, salah satunya yaitu dengan hadirnya teknologi seperti telepon genggam atau yang biasa disebut dengan handphone. Kemudian teknologi komputasi, otomotif hingga teknologi alat berat perang yang terkadang dianggap sebagai tuhan kedua karena mampu mengambil banyak nyawa manusia.

 Ilustrasi-Teknologi-Perang-yang-Dianggap-Sebagai-Tuhan-Kedua

Ilustrasi-Teknologi-Perang-yang-Dianggap-Sebagai-Tuhan-Kedua

Hadirnya hp bagi kebanyakan orang begitu luar biasa. Hadir di era 2000-an, pengguna ponsel terus meningkat. Tentu, hp begitu sangat dipuja. Dengan hp, sekarang seluruh umat manusia bisa berkomunikasi dengan siapapun yang  dia mau tanpa harus mengirim surat melalui kantor pos ataupun menggunakan burung merpati seperti di film Romeo and Juliet atau sinetron di layar televisi.

Dengan hp¸seseorang bisa berbicara begitu dekat hingga seperti orang yang kita ajak berkomunikasi seakan-akan berada dekat, begitu dekat dan sangat dekat dengan kita. Seperti tidak ada jarak yang memisahkan ketika insan manusia tengah berkomunikasi dengan hp. Begitulah kira-kira gambarannya.

Lalu apakah kehadiran hp memang memiliki nilai positif selain keunggulannya yang mengalahkan burung merpati atau kantor pos tadi? Tentu, nilai positif hadirnya hp juga tidak hanya itu. Dari segi ekonomi, hadirnya hp jelas membuka lapangan pekerjaan di seluruh penjuru dunia ini. Mulai dari pembuatan hp-nya itu sendiri hingga yang lainnya.

Ya, tidak usah terlalu jauh seberapa banyak karyawan yang bekerja di suatu perusahaan hp termuka di dunia. Yang nyata saja. Hadirnya hp jelas membuka peluang usaha baru. Jualan pulsa. Itulah yang saat ini masih menjadi tren bahkan bisnis yang bisa disebut bisnis menjanjikan layaknya seperti bisnis jualan tanah.

Mari kita simak survey yang saya dapat dari berita salah satu situs ternama. Dalam pemberitaan tersebut, Kepala Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, banjir ponsel di negeri ini mendorong tingginya konsumsi atau pembelian pulsa di masyarakat.

Bahkan, kata dia, berdasar data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), biaya yang dikeluarkan rumah tangga miskin untuk pulsa lebih besar dibanding biaya listrik. Jika dicermati justru kata dia, hal ini sudah tidak sehat. Mengapa? Karena justru seharusnya listrik merupakan kebutuhan mendasar. Artinya, ‘ketenaran’ listrik sudah kalah dengan keberadaan ponsel.

Memang belum ada informasi resmi berapa jumlah impor ponsel yang masuk ke tanah air saat ini. tetapi kata Kepala Plt tersebut sangat besar angkanya, sehingga perlu ditekan supaya berimbas pada neraca perdagangan Indonesia.

Bukan itu saja, dia juga mengindikasikan akan terjadi kelebihan konsumsi dalam pemakaian ponsel pintar mengingat produk tersebut masuk dalam barang produktif untuk kelancaran berkomunikasi. Waw fenomenal bukan. !

Lalu sisi negative kehadiran ponsel apa?  Ya, sudah menjadi rahasia umum jika kehadiran ponsel sangat mudah menjangkau siapapun untuk melakukan hal-hal yang tidak benar. Misalnya saja kejahatan yang menggunakan ponsel sebagai senjatanya. Belum lama ini, penipuan dengan sms (salah satu layanan yang ada di ponsel) justru tengah marak.

Alih-alih untuk mempermudah untuk kelancaran komunikasi, justru tak jarang hal ini digunakan berbuat kejahatan. Itu baru dari satu sisi. Belum lagi sisi yang lain. Lalu apa sisi negative yang lain?

Benar. Hadirnya ponsel pintar justru saat ini membuat sebagian pemakainya begitu leluasa menyalahgunakannya. Salah satunya yakni dengan hadirnya ponsel pintar para pengguna sangat mudah menggunakan ponsel tersebut untuk menonton film porno.

Sangat mudah. Tidak perlu harus membeli vcd atau dvd, para pemakai ponsel pintar cukup mendownload saja salah satu situs porno ternama di dunia, cuss langsung dapat film yang diinginkan dan sesuai selera. Fantastis bukan.

Lihat saja salah satu pernyataan lagi yang saya dapat dari situs ternama mengenai peningkatan pengguna situs porno melalui ponsel dan bukan melalui komputer pc atau laptop. Bahkan ironisnya, dari ke-7 negara terbanyak yang mengkonsumi situs porno, Indonesia malah masuk 4 besar.

Waw, jelas prestasi tersebut mengalahkan peringkat Indonesia di peringkat FIFA yang hanya berada di posisi 100-an. Inilah realita saat ini. kehadiran teknologi begitu sangat membius. Tinggal bagaimana kita saja lagi yang menggunakan teknologi. Suatu ‘agama’ baru barangkali. Jadi, apakah menurut Anda teknologi dianggap tuhan kedua?

ali akbar baros

Latest posts by ali akbar baros (see all)

Comments

comments