Semakin bergantinya hari, manusia dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi di sekitarnya agar dapat terus melangsungkan hidup, perubahan pandangan budaya dan gaya hidup bahkan masuknya teknologi dalam sendi kehidupan di era globalisasi, mampu secara otomatis menjadikan kehidupan manusia juga ikut berubah.

Teknologi Dalam Sendi Kehidupan di Era Globalisasi
Teknologi Dalam Sendi Kehidupan di Era Globalisasi

Diantara perubahan dan perkembangan tersebut, yang paling mencolok adalah keikutsertaan teknologi dalam ”mengarahkan” gerak-gerik makhluk hidup. Bukan hanya manusia. Dalam perkembangannya, teknologi telah merekonstruksi kehidupan manusia, dari segala sesuatu yang serba manual, menjadi serba praktis serta instant.

Manusia tidak perlu lagi menggesek-gesekkan batu atau kayu untuk menghasilkan percikan api, atau tidak usah lagi mencari burung merpati yang dapat mengantarkan surat cinta kepada sang kekasih. Kini, tanpa bersusah payah, dengan satu pencetan seperti pada handphone atau putaran ringan saja pada mesin alat berat di pabrik, manusia dapat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya dengan lebih efisien dan efektif.

Namun tidak sepenuhnya keberadaan teknologi berdampak positif bagi kehidupan manusia. Bahkan bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, teknologi justru lebih banyak memberikan dampak negatif menurut beberapa kalangan. Dampak-dampak negatif tersebut menggerogoti aspek budaya, agama, sikap serta perilaku kehidupan, baik individu maupun sosial. Hal ini bisa kita simpulkan dari deskripsi singkat berikut ini.

1. Teknologi menjadikan manusia tidak perlu beranjak dari tempat duduknya untuk melakukan berbagai kegiatannya. Hal ini dapat memicu sikap individualisme di dalam diri seseorang sehingga nilai gotong-royong dan kebersamaan dalam masyarakat terus berkurang.

2. Keberadaan teknologi juga dapat melahirkan sikap materialisme, yaitu sikap mementingkan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi. Hubungan social dijalin berdasarkan kesamaan kekayaan, kedudukan sosial dan jabatan. Akibatnya, kesenjangang sosial antara golongan kaya dan miskin semakin melebar.

3. Adanya sikap sekularisme dengan lebih mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama.

4. Adanya teknologi dapat menjadikan seseorang bergaya hidup mewah dan boros, mengingat ”mesin-mesin” teknologi dan gadget seperti kamera, tablet internet serta komputer tidak bisa didapatkan dengan harga murah.

5. Teknologi juga dapat mempengaruhi nilai-nilai budaya bangsa dan merusak nilai-nilai kesopanan, melalui media massa seperti tayangan-tayangan yang mengandung unsur pornografi yang biasa disiarkan oleh stasiun televisi asing melalui antena parabola ataupun situ-situs pornografi di internet.

Teknologi juga merupakan faktor utama yang berperan penting di era globalisasi ini. Hampir seluruh masyarakat di dunia dapat merasakan kemudahan kemudahan di era globalisasi ini melalui teknologi. Bahkan di Indonesia sendiri, pengaruh teknologi dalam globalisasi ini tidak jarang menjadikan masyarakat

Indonesia perlahan meninggalkan budaya, adat istiadat, rasa nasionalisme bahkan agamanya. Negara-negara yang maju dalam bidang teknologi seolah-olah dipertuhankan oleh bangsa-bangsa di dunia sehingga negara-negara maju tersebut dengan leluasa dapat membumikan budaya dan adat mereka ke seluruh belahan dunia, tidak terkecuali Indonesia, negeri yang kita cintai ini.

Ilustrasi Teknologi Kebudayaan
Ilustrasi Teknologi Kebudayaan

Untuk mengatasi pengaruh-pengaruh negatif teknologi dalam sendi kehidupan di era globalisasi, ada berbagai langkah yang dapat diterapkan, antara lain:

1. Meningkatkan kualitas SDM Indonesia

Dampak negatif globalisasi merupakan sebuah realita yang mau tak mau harus dihadapi bila bangsa Indonesia ingin tetap berjaya sebagai bangsa yang berdaulat di dunia. Cara untuk menghadapi dampak negatif globalisasi yaitu dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya, salah satunya melalui pendidikan.

Dengan adanya program-program pendidikan yang optimal, bangsa Indonesia dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga dapat bersaing di kancah internasional.

2. Meningkatkan Kuailtas Keimanan dan Moralitas Masyarakat

Dampak negatif globalisasi membuat budaya antar bangsa saling mempengaruhi. Karenanya keberadaan nilai-nilai keimanan dan moralitas menjadi sangat penting. Sebab nilai-nilai keimanan dan moralitas itulah yang mampu mengatasi dampak negatif dari globalisasi. Sebagai kaum Muslim, kita hendaknya menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari. Ketika seseorang telah dapat membedakan antara yang halal dan haram, maka dia akan dapat mencermati dan memilih pengaruh-pengaruh yang masuk dari luar.

Selain itu, moralitas bangsa juga tak kalah penting. Bila kita perhatikan dampak-dampak negatif teknologi di atas, kualitas moral bangsa cenderung menurun. Hal ini tentunya tidak lepas dari tanggung jawab orang tua, guru dan pemerintah. Maka dari itu, apabila orang tua, guru dan pemerintah telah dapat bersinergi dengan baik, moralitas bangsa pun akan kembali meningkat.

3. Meningkatkan Semangat Persatuan, Kesatuan dan Nasionalisme

Adanya dampak negatif menjadi suatu tantangan yang berat bagi negara-negara berkembang. Negara yang masyarakatnya tidak mempunyai jiwa dan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme yang kuat akan dengan mudah dipermainkan dan dijajah oleh negar-negara maju. Oleh karena itu, semangat dan jiwa persatuan, kesatuan dan nasionalisme harus terus ditingkatkan  oleh seluruh rakyat Indonesia.

4. Melestarikan Adat Istiadat dan Budaya Daerah

Dampak negatif teknologi juga membuat budaya luar dapat dengan mudah kita ketahui. Pengetahuan akan budaya luar terkadang membuat masyarakat lebih menyukainya daripada budaya daerah  sendiri. Menyukai kebudayaan luar adalah hal yang wajar. Namun kita harus tetap melestarikan kebudayaan kita sendiri.

Demikianlah ulasan teknologi dalam sendi kehidupan di era. Kita tidak dapat melepaskan teknologi dari genggaman tangan kita, didalam mobil sekalipun terdapat teknologi yang bisa kita nikmati secara sadar ataupun tanpa sadar. Namun kita juga harus menjaga diri agar hal tersebut tidak sampai melekat di hati. Sebaliknya, hendaknya kita harus mampu menjadikan teknologi sebagai suatu sarana untuk berkarya, berkreasi dan berprestasi.

Ilham Fachri

Latest posts by Ilham Fachri (see all)

Comments

comments