Selimut Anti Peluru Untuk Anak, Cukupkah Untuk Melindungi | PriceArea.com
Home > Produk Review > Bayi dan Anak > Selimut Anti Peluru Untuk Anak, Cukupkah Untuk Melindungi

Selimut Anti Peluru Untuk Anak, Cukupkah Untuk Melindungi

Belajar dari pengalaman pada beberapa kasus penembakan brutal di sekolah-sekolah di AS beberapa tahun belakangan, timbul sebuah ide dari Steve Walker untuk menciptakan selimut anak yang bisa melindungi mereka dari peluru penembak brutal.Walker menyatakan bahwa selimut ini dapat melindungi anak-anak dari peluru atau reruntuhan bangunan. Itulah selimut anti peluru untuk anak.

Melihat inovasi ini, tentunya hal ini merupakan kabar menggembirakan bagi para orang tua yang selalu mengkhawatirkan keselamatan anak mereka di sekolah. Bahkan jika memperhatikan kondisi jalur Gaza akhir-akhir ini, selimut ini bias dijadikan salah satu barang terpenting yang dapat disediakan di lokasi konflik untuk melindungi anak-anak setempat yang selama ini telah banyak dari mereka yang menjadi korban keganasan serangan Israel. Namun demikian timbul pertanyaan, sejauh mana selimut ini dapat melindungi anak-anak.

Selimut Anti Peluru Untuk Anak, Cukupkah Untuk Melindungi

Selimut-Anti-Peluru-Anak

 Tidak Anti Runtuhan Bangunan

Dikutip dari mashable.com, ternyata selimut ini tidak benar-benar dapat melindungi anak-anak seperti yang diharapkan. Hal ini terbukti ketika selimut ini gagal melindungi anak-anak yang menjadi korban pada tornado di Moore yang dinyatakan dalam kategori EF -5 dengan kecepatan lebih dari 200 mil per jam.

Berbeda dengan selimut yang ada di tempat tidur anak Anda, website Bodyguard Blanket menjelaskan selimut yang dipakai sebagaimana kita menggunakan tas punggung ini dibuat dari bahan Dyneema yang ringan dan mirip dengan Kevlar yang biasa dipakai untuk rompi anti peluru bagi tentara dan polisi.

Stan Schone, managing partner Bodyguard Blanket, menyatakan dalam press release bahwa selimut ini dapat melindungi dari peluru yang mengenai tubuh meskipun tubuh masih merasakan sakitnya tembakan pelurut ersebut. Schone menambahkan, apabila para murid disekolah berjejer pada lorong sekolah dengan memakai selimut tersebut, maka selimut tersebut juga bias berfungsi sebagai tameng sebagaimana yang dilakukan pasukan Romawi danYunani dengan perisai mereka untuk mendapatkan perlindungan lebih kuat.

Selimut Anti Peluru Untuk Anak, Cukupkah Untuk Melindungi

Simulasi-Yang-tertembak-Karena-Tak-Menggunakan-Selimut-Anti-Peluru-Untuk-Anak

Namun demikian, selimut anti peluru untuk anak ini tidak sepenuhnya menutubi semua bagian tubuh selayaknya bedcover. Pembuat selimut Bodyguard ini gagal dalam mempertimbangkan bahwa sisi lain pengguna bias saja menjadi sasaran karena selimut tersebut hanya menutupi satu sisi seperti perisai dan bukan selimut. Salah satu cara penggunaan menunjukkan bahwa selimut tersebut dipakai dengan posisi pengguna telungkup, sehingga selimut hanya melindungi punggung mereka sedangkan sisi lain dibiarkan tanpa perlindungan.

Produsen selimut ini menyatakan bahwa dalam kasus tornado di Moore, korban dapat saja terlindung dari reruntuhan apabila mereka melindungi diri dengan selimut ini.Namun, pernyataan lain dikeluarkan CNN, yang menyebutkan bahwa mayoritas anak-anak pada tornado tersebut menjadi korban karena tenggelam karena kebocoran pipa atau terjebak didalam reruntuhan bangunan sekolah sebagaid ampak dari tornado. Sebuah laporan dari sekelompok insinyur menyatakan bahwa konstruksi bangunan yang dibawah standard membuat tornado akhirnya meluluh lantahkan bangunan sekolah tersebut.

Selimut Anti Peluru Untuk Anak, Cukupkah Untuk Melindungi

Ilustrasi-Bodyguard-Blanket-Yang-Sedang-Dikenakan-Anak-anak-Sebagai-Simulasi

Bukan Pengganti Shelter Badai

Produsen selimut anti peluru untuk anak yakni Bodyguard menyatakan dalam situs web mereka bahwa selimut ini bukanlah pengganti shelter badai atau ruang pelindung tornado, sehingga mereka menyarankan bagi pengguna yang terjebak tornado tetap menggunakan shelter atau ruang bawah tanah sebagai tempat perlindungan utama.Saran yang sama jugadi berikan oleh The National Weather Service, dan apabila tidak ditemukan shelter, disarankan untuk menunduk serendah tanah dan berlindung pada bangunan yang cukup kokoh.

Menurut situs kota setempat kurang dari 10% dari jumlah rumah di Moore yang memiliki shelter anti badai, dan sekolah Plaza Tower serta sebagian besar sekolah juga tidak memiliki fasilitas tersebut dikarenakan mahalnya biaya pembangunan.

Mungkin kelemahan terbesar dari desain selimut ini adalah seberapa cepat selimut dapat dipergunakan dalam keadaan darurat. Situs web produk ini mejelasan bahwa selimut dapat disimpan pada lokasi yang mudah dijangkau, seperti jaket keselamatan di kapal, dan selimut tersebut akan sangat bermanfaat di area-area seperti sekolah, taman bermain, ajang olahraga, dan pusat perbelanjaan.

Walker menyatakan, “Kami ingin anak-anak kami segera memiliki lapisan pelindung”. Namun demikian, harga selimut yang dibanderol $1,000 per selimut, bisa jadi masalah lain dalam penyediaan selimut anti peluru untuk anak.

Dengan harga tersebut tak banyak sekolah atau grup masyarakat dapat membeli selimut dengan jumlah yang cukup untuk melindungi semua orang, dan terlebih lagi tidak mungkin bagi pekerja biasa untuk dapat melindungi diri mereka sendiri jika terjadi kasus penembakan. Sejauh berita ini disampaikan, Selimut Bodyguard ini belum dibeli oleh sekolah manapun. Semoga bermanfaat.

Comments

comments

Read previous post:
5 Tips Maksimalkan Fotografi Lowlight
5 Tips Maksimalkan Fotografi Lowlight

Apa Anda ingin berada dalam ruang gelap? Tak perlu tentu, asalkan Anda banyak mencoba terus menerus maka Anda akan mendapatkan...

Close