Jaringan konektivitas 4G atau LTE di Indonesia masih belum bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat. Penyebabnya karena ponsel yang mendukung 4G umumnya masih dipatok dengan harga yang cukup tinggi.

Bila Anda termasuk golongan dengan dana terbatas, mungkin ponsel buatan Polytron bisa jadi bahan pertimbangan. Ya, Polytron Zap 5 yang sudah mendukung teknologi 4G LTE ini punya label harga handphone terbaru 2015 termurah yang pernah ada yakni berkisar Rp 1 jutaan saja. Selain harga yang ramah di kantong, spesifikasi yang ditawarkan juga tidak jelek-jelek amat.

Polytron Zap 5
Polytron Zap 5

Jika harga sudah murah dan spesifikasi oke, tentu yang jadi pertanyaan bagaimana experience yang ditawarkan olehnya? Berikut review untuk Polytron Zap 5.

Desain dan Layar

Seperti kebanyakan ponsel entry level, desain perangkat yang ditawarkan tentunya sederhana saja. Ukuran perangkatnya terbilang cukup kecil sehingga membuatnya terasa ringkas. Layarnya berukuran 4,5 inci dengan resolusi 480×854 pixel.

Material perangkat unit berwarna hitam ini terbuat dari bahan plastik dengan finishing matte dan tekstur bergaris seperti goresan kuas. Aksen gold di bagian rangka cukup sukses membuat perangkat ini terlihat lebih menarik daripada semestinya.

Pada panel bagian depan terdapat layar, serta tiga buah tombol sentuh meliputi home, back, dan menu. Dikarenakan resolusi yang dimilikinya, kualitas saturasi terbilang sudah cukup baik, namun kontrasnya sedikit kurang sehingga mempengaruihi ketajaman gambar. Sudut untuk melihat layar juga kurang bagus. Terbukti saat perangkat dimiringkan atau melihatnya dari samping, kualitas gambar akan langsung turun drastis.

Di atas layar terdapat kamera depan dan juga earpiece. Di sisi kanan ada sebuah tombol power, sedangkan di sisi sebaliknya terdapat volume up/ down. Di bagian atas terdapat 3,5 mm headphone dan juga port untuk micro USB.

Berpindah ke bagian belakang terdapat kamera utama 5MP dengan led flash. Bergeser sedikit ke bawah ada logo Polytron yang berada di atas speaker. Untuk speakernya sendiri sebenarnya punya output yang terbilang lumayan baik, hanya saja pada kondisi volume maksimal akan terdengar distorsi.

Setelah membuka cover bagian belakang, pengguna bisa menemukan dua buah slot micro SIM dan juga sebuah untuk micro SD. Selain itu ada juga baterai berkapasitas 1.650 mAh dengan tipe removable.

Software & Hardware

Polytron Zap 5 berjalan di atas sistem operasi KitKat versi 4.4.4 dengan sedikit kustomisasi pada tampilan antar muka. Kustomisasi yang ada tidak terlalu drastis karena hanya berupa perubahan icon aplikasi semata.

Spesifikasi hardware terbilang cukup solid dengan Qualcomm Snapdragon 410 quad core 1,2 GHz berasitektur 64 bit yang sudah mendukung teknologi 4G LTE. Selanjutnya ada RAM 1 GB, serta GPU Adreno 306 untuk mendukung performanya. Kapasitas penyimpanan internal yang disediakan sebesar 8GB dan bisa diekspansi sampai 32GB menggunakan microSD.

Soal performa, sebenarnya Zap 5 sudah bisa dikatakan memuaskan. Navigasi antar layar atau membuka aplikasi tergolong cepat dan lancar. Aktivitas lain seperti browsing, gaming, dan multimedia seperti menonton video bisa ditangani dengan cukup baik meski kadang ada sedikit lag.

Yang membuat pengalaman menggunakan perangkat 4G murah ini menjadi mengecewakan tidak lain adalah soal baterainya. Kapasitas 1.650 mAh tentunya sudah terlihat kecil untuk menyupport ponsel dengan dua buah SIM card.

Dalam penggunaan standar hanya untuk akses media sosial, online chat, membuka email, dan browsing, Polytron Zap ini hanya mampu menyala 4-5 jam saja. Screen on time-nya pun tergolong sangat pendek, cuma sekitar 2 jam saja.

Sektor kamera utama dilengkapi dengan resolusi 5 MP auto-focus dan ditemani dengan LED flash. Karena tidak ada kustomisasi software untuk kamera, maka otomatis perangkat ini menggunakan aplikasi kamera bawaan untuk Android KitKat. Mode pengambilan foto yang ada juga hanya ada tambahan HDR dan juga panorama.

Kualitas foto yang dihasilkan tidak bisa dibilang bagus. Tone warna cenderung dingin dengan kontras yang minim. Proses auto focus terkadang cukup lambat, terlebih di tempat dengan pencahayaan yang kurang memadai. Untungnya shutter kamera cukup cepat untuk mengabadikan foto. Untuk kamera depan hanya ada resolusi VGA saja. Hasil fotonya tentu sangat kurang sehingga tentu tidak cocok untuk selfie atau video call.

Kesimpulan

Polytron Zap 5 sebenarnya adalah perangkat yang menarik karena dengan harga yang terjangkau, pemiliknya sudah bisa merasakan nyamannya akses internet cepat menggunakan teknologi 4G LTE yang mulai gencar dibuka oleh para operator lokal. Meski memang layanan 4G di Indonesia masih terbatas, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba.

Performa perangkatnya sendiri tidak bisa dikatakan buruk. Dengan prosesor yang hampir setara dengan Samsung Galaxy A5, aktivitas umum bisa dijalankan dengan lancar. RAM yang ada memang berbeda karena hanya 1 GB saja, namun sepanjang pemakaian rasanya tidak jadi masalah.

Masalah sesungguhnya ada pada kapasitas baterai yang sangat kecil. Untuk mendukung sebuah ponsel dengan dua SIM card, kapasitas 1.650 mAh jelas tidak cukup mumpuni. Hasilnya, Polytron Zap 5 hanya mampu bertahan dengan durasi yang sangat singkat.

Comments

comments