Anggapan kalau ponsel murah itu tidak keren mulai berubah sejak Google mengumumkan platform ponsel Android One. Nexian merupakan salah satu vendor yang ikut berpartisipasi membuat Nexian Journey One.

Karena disiapkan untuk mengincar pengguna kelas bawah, platform ponsel Android One memang ditawarkan murah. Spesifikasinya juga tak terlalu istimewa, meski juga tak jelek-jelek amat. Meski begitu, bila bicara soal performa, pasti siapa pun bakal geleng-geleng dibuatnya. Karena harga handphone android One ini cukup terjangkau.

Nexian Journey One
Nexian Journey One

Berdasarkan user experience, Nexian Journey One bisa dibilang sanggup mengimbangi ponsel-ponsel kelas atas yang harganya jauh di berada di atas. Langsung saja simak reviewnya di bawah ini:

1. Performa Berbicara
Berkat penggunaan OS Androd Lollipop 5.1 yang sengaja didesain khusus untuk platform Android one, pengguna seolah merasakan sedang memakai ponsel mewah. Sekilas memang kelihatan mirip fungsi dan tampilannya dengan kebanyakan OS Android lain, tapi sebenarnya beda.

Android One pakai OS yang sama sekali beda karena isinya hanya dibuat untuk mengenali satu sistem, yakni spesifikasi yang dipakai oleh ponsel Android One, dalam hal ini salah satunya adalah Nexian Journey One. Praktis masalah kompatibilitas yang bisa berakibat pada kinerja lag atau lemot sangat minim dialami Journey One.

Ketika Nexian Journey One dibolak-balik, tak ada yang berkesan. Mungkin cuma penggunaan warna dop yang menolongnya karena jadi bikin anti jejak sidik jari dan tak mudah kotor. Selain itu warna dop juga bikin jadi lebih enak digenggam.

Namun impresi berubah seketika saat mulai mengutak-atik sisi software-nya. Yang bikin terengah pertama adalah Android Lollipop 5.1 yang diusungnya, padahal ponsel-ponsel lain dari vendor ternama saja belum ada yang pakai. Tak sampai di situ, impresi berlanjut ke operasional. Memilih menu ini-itu, kemudian menggeser-geser layar untuk melihat-lihat Journey One menyodorkan operasional yang smooth, bahkan terlalu smooth. Suatu yang tak selalu bisa ditemui di ponsel murah.

2. Anti Lemot, Tapi…
Seperti ponsel Android murah lainnya, banyak yang beranggapan performa mulus cuma terasa saat pertama dibuka dari boksnya. Ponsel ini tetap menyodorkan performa yang konsisten alias anti lemot, setidaknya hampir sepenuhnya. Karena di beberapa momen, ditemukan juga masalah lemot yang mengganggu, meski tak sering. Terutama adalah ketika pengguna membuka menu galeri foto, Android One tak punya aplikasi galeri sendiri, jadi pengguna bisa melihat koleksi fotonya melalui aplikasi Photos milik Google.

3. Kamera Biasa Saja
Masalah lainnya adalah di kamera, tapi mungkin ini bukan salah OS-nya melainkan hardware kameranya yang masuk kategori biasa saja, sehingga performanya juga biasa saja. Jadi masalahnya terletak shutter speed yang sangat lambat, setelah tombol shutter ditekan butuh sekitar 2 detik sampai objek akhirnya terjepret.

Dengan harga yang masuk kategori murah, sebenarnya sudah cukup bisa ditebak seperti apa hasil jepretan kamera 5 MP Journey One. Pertama di kondisi indoor, sesuai dugaan hasil jepretannya terbilang biasa saja. Banyak noise di seluruh bagian gambar, tingkat kecerahan juga cenderung redup. Tapi untuk harganya yang terjangkau, hasil jepretan ini terbilang mencukupi.

Sedangkan di kondisi outdoor, ternyata hasilnya lumayan menjanjikan, bahkan bolehlah dibilang bagus. Semua faktor pas, mulai dari pencahayaan, minim noise, dan juga detail yang lumayan. Tapi asal jangan di-zoom karena baru kelihatan kalau detail-nya kurang baik.

Bila secara makro ternyata hasilnya lumayan, detailnya juga terbilang mumpuni. Termasuk efek bokeh di bagian belakang yang kelihatan sesuai porsinya. Sayang pewarnaannya kurang keluar, sehingga kurang hidup hasil gambarnya. Tapi secara keseluruhan hasil jepretan Journey One terbilang lumayan. Dengan syarat, tingkat pencahayaan saat pengambilan gambar porsinya harus mencukupi alias pas.

4. Spesifikasi Kelas Bawah, Benchmark pun Pas-pasan
Nexian Journey One lahir dengan spesifikasi yang biasa saja, tapi wajar mengingat harganya cuma Rp 1 juta. Prosesornya meski sudah quad core, tapi dipercayakan kepada MT6582 buatan MediaTek dengan RAM sebesar 1 GB.

Chip grafisnya dipercayakan kepada Mali-400 MP, sedangkan memori internal sebesar 8 GB yang masih bisa ditingkatkan lagi melalui slot micro SD. Layarnya punya bentang 4,5 inch dengan resolusi yang cukup 850×480 pixel, sedangkan kameranya berkemampuan 5 MP dengan kamera depan 2 MP. Sebagai pemasok dayanya, Nexian mempercayakan kepada baterai 1700 mAh yang pada penggunaan sanggup bertahan lebih dari satu hari.

Pengujian benchmark cukup menggunakan AnTuTu. Pengujian juga hanya berjalan di resolusi yang rendah yakni 840×480 pixel karena mengikuti resolusi layar Journey One. Hasilnya, Journey One hanya sannggup menorehkan skor sebesar 19.666 poin. Dengan hasil itu, AnTuTu hanya memberi gelar ke Journey One dengan general performance. Artinya ponsel Android One ini punya performa hardware yang biasa saja.

Comments

comments