Rapid test belakangan mungkin menjadi satu kalimat yang cukup sering Anda dengar. Hal tersebut wajar, karena pemerintah Indonesia memang memilih metode ini untuk bisa mengantisipasi penyebaran corona virus di Indonesia. Hingga saat ini telah ada beberapa wilayah yang mendapatkan “hak istimewa” untuk melakukan test ini.

Ada beberapa metode yang sebenarnya bisa digunakan untuk mendeteksi apakah seseorang terinfeksi Covid 19 atau tidak, yang mana salah satunya adalah dengan menggunakan rapid test. Sebelum alat rapid test datang kita tahu bahwa cara mendeteksi paling dini yang bisa dilaukan adalah dengan melakukan pengecekan suhu tubuh.

Melakukan deteksi suhu tubuh penting karena kebanyakan orang yang menderita corona virus akan mengalami demam tinggi, suhu tubuhnya dapat mencapai 38 derajat. Karena jangan heran jika sejak corona virus menyerang ditempat-tempat ramai Anda akan selalu disodori termometer untuk melakukan cek suhu.

Sebenarnya melakukan cek suhu tubuh baiknya juga dilakukan setiap hari di rumah, hal ini sebagai satu langkah antisipasi mandiri dan dini untuk mendeteksi infeksi corona. Karenanya sangat kami sarankan agar Anda menyediakan termometer pribadi di rumah, agar setiap hari suhu tubuh bisa terkawal dengan jelas.

Apa Itu Rapid Test?

Rapid test merupakan sebuah tes yang dilakukan untuk mendeteksi antibodi, IgM dan IgG. Kedua antibodi tersebut diproduksi oleh tubuh saat terserang virus corona, pasalnya antibodi tersebut memiliki tugas untuk memberikan perlawanan pada virus corona yang menyerang tubuh. Jadi jika dalam test, tubuh terdeteksi memproduksi antibodi maka kemungkinan yang bersangkutan telah terpapar virus corona.

Akan tetapi perlu diketahui bahwa untuk membentuk antibodi, tiap tubuh memerlukan waktu, yang bahkan hingga berminggu-minggu lamanya. Karenanya rapid test hanya digunakan sebagai tes penyaringan, dan bukan sebagai test diagnosa pasti Covid 19. Sejauh ini hanya Polymerase Chain Reaction yang menjadi test untuk mendeteksi virus corona secara pasti.

Prosedur Rapid Test Serta Interpretasi Hasil

Prosedur yang digunakan untuk melakukan rapid test adalah dengan mengambil sampel darah, yang diambil melalui ujung jari. Lalu darah tersebut akan diteteskan pada alat rapid test, setelahnya pada tempat yang sama akan ditetesi cairan pendeteksi antibodi. Sedangkan hasil dari tes nantinya akan bisa dilihat 10-15 menit setelahnya.

Jika hasil menunjukkan positif maka itu berarti yang bersangkutan pernah terpapar virus corona, namun harus diingat bahwa virus corona bukan hanya Covid 19 saja, bisa jadi virus tersebut adalah Sars-Cov 2 atau yang lain. Dan bisa pula ada kasus seseorang telah terinveksi namun ternyata tidak terdeteksi karena antibodi orang tersebut belum terbentuk ketika melakukan test.

Itulah mengapa ketika seseorang telah dinyatakan negatif saat melakukan test namun disarankan untuk melakukan test ulang 7 sampai 10 hari setelah test pertama dilakukan. Sebenarnya ini merupakan langkah yang cukup bijak yang diambil oleh pemerintah, karena dengan demikian antisipasi terhadap penyebaran virus akan lebih mudah dilakukan, karena diketahui mana saja pasien-pasien dalam pemantauan.

Baca Juga >> Pemerintah Anjurkan Masker Kain Sebagai “Senjata” Cegah Corona

Rapid Test Tidak Untuk Semua Orang

Kita tahu bahwa alat-alat yang digunakan untuk melakukan rapid test di indonesia keberadaanya sangat terbatas, sedangkan jumlah warga negara Indonesia sangatlah banyak. Karenanya tidak memungkinkan untuk melakukan test pada semua warga. Orang-orang yang dapat melakukan test ini hanyalah orang-orang pilhan saja. Orang-orang pilihan yang dimaksudkan diatas adalah mereka-meraka yang masuk dalam beberapa kategori, misalnya orang yang memiliki gejala mirip dengan Covid 19, orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien Covid 19, dan juga untuk mereka yang memiliki risiko tinggi tertular, seperti petugas medis. Jadi penting diingat bahwa Rapid test tidak untuk semua orang.

Comments

comments