Membedah Fitur Kamera Mirrorless Fujifilm vs Sony | PriceArea.com
Home > Berita & Ulasan > Membedah Fitur Kamera Mirrorless Fujifilm vs Sony

Membedah Fitur Kamera Mirrorless Fujifilm vs Sony

Kamera mirrorless mulai menjadi primadona fotografi akhir-akhir ini, dan yang sedang banyak dibicarakan datang dari Sony dan Fujifilm. Perbedaan utama dari keduanya bisa dilihat dari segi desain, tapi di dalamnya masih ada banyak sekali perbedaan. Seperti apa? Lebih lengkapnya simak saja langsung tentang kamera mirrorless Fujifilm vs Sony..

KAMERA MIRRORLESS FUJIFILM

Kamera-Mirrorless-Fujifilm-X-E2

Kamera-Mirrorless-Fujifilm-X-E2

Mengadopsi desain kamera analog/film dan rangefinder, kamera Fujifilm dibekali banyak kendali kamera berwujud roda (dial), tuas, dan tombol. Mengenai kendali taktis, Fuji mempunyai roda/dial untuk mengatur ISO dan shutter speed yang berada di atas kamera, serta aperture yang bisa diatur dengan memutar aperture ring di lensa, persis seperti kamera film/analog. Bagi yang sering mengunakan mode manual tentunya dial ini akan sangat membantu dan sudah terbiasa mengoperasikan kamera ini.

Fuji memiliki koleksi lensa yang lebih banyak daripada lensa Sony E untuk mirrorless, meski masih belum lengkap. Sebagian besar harganya berkisar antara Rp 6-12 jutaan. Menurut pengalaman pengguna merk ini, proses foto JPG-nya terlihat lebih alami dan memberikan kesan nostalgia film. Bisa jadi ini disebabkan oleh pengalaman Fuji yang sudah berpuluh-puluh tahun di era film.

Fuji sampai saat ini hanya memiliki satu format, yaitu format APS-C. Format tersebut dilengkapi dengan sensor produksi sendiri dengan nama X-Trans yang memberikan hasil sedikit lebih tajam dari kamera bersensor serupa. Untuk subjek tidak bergerak, kamera Fuji sama baiknya dengan Sony. Tentunya kinerja autofokus setiap kamera dari merek Fuji dan Sony berbeda-beda.

Di kubu Fuji, banyak terdapat lensa fix berbukaan besar yang menarik dari lebar sampai short telefoto, contohnya 14mm f/2.8 (21mm), 18mm f/2 (27mm), 23mm f/1.4, 35mm f/1.4, 56mm f/1.2. Di masa depan Fuji berjanji membuat lensa zoom lebar dan telefoto berbukaan besar yang sangat menarik bagi penggemar fotografi.

KAMERA MIRRORLESS SONY

Kamera-Mirrorless-Sony-A6000

Kamera-Mirrorless-Sony-A6000

Kamera Sony hadir dengan desain lebih modern dan lebih menyerupai kamera DSLR, tapi bentuknya lebih compact dan ringan. Khas kamera DSLR, untuk mengubah setting exposure seperti shutter speed dan aperture, Anda bisa mengunakan roda dial. Di beberapa tipe kamera menengah-canggih seperti A6000 dan A7 bahkan ada banyak tombol yang bisa dikustomisasi sesuai keinginan dan kebiasaan Anda.

Untuk merekam video, reputasi Sony memang lebih baik daripada Fuji. Ini terlihat dari beberapa kameranya yang memiliki banyak fitur untuk videografer, terutama Sony A7s yang dapat merekam video 4K dengan external recorder, beserta fitur-fitur kamera yang membantu Anda memaksimalkan perekaman video baik di kondisi yang sangat gelap sekalipun.

Ada beberapa lensa Sony yang dibuat khusus untuk pengoptimalan video, seperti Sony 18-105mm f/4 OSS PZ, 18-200mm PZ, dan 16-50mm OSS PZ. Bila Fuji hanya memiliki satu format, Sony punya dua format, yakni format full frame dan APS-C. Keduanya memiliki mounting lensa yang sama yaitu E-mount, jadi setiap lensa Sony E dan FE bisa dipasang di kamera Sony berformat full frame dan APS-C.

Format full frame Sony yang bisa didapati di kamera seri Sony A7 memberikan keunggulan kualitas gambar di kondisi gelap. Format ini juga memberikan sudut pandang yang lebih luas saat memasang lensa dengan jarak fokus yang sama dibandingkan sensor berukuran APS-C. Soal kecepatan autofokus, Sony dan Fuji sudah cukup cepat, tapi ada salah satu kamera Sony yang lebih unggul, yaitu Sony A6000. Selain autofokus yang sangat cepat di outdoor, harganya pun relatif terjangkau.

Pada kamera generasi baru, ada Sony A7s yang masih bisa fokus saat kamera diarahkan ke tempat yang gelap di malam hari (-4 EV). Sedangkan pada generasi-generasi awal atau kamera kelas pemulanya masih agak lambat, terutama di kondisi cahaya yang gelap. Kinerja autofokus juga sangat tergantung dari jenis lensa yang digunakan dan kondisi lingkungan.

Soal harga kamera dan lensa itu relatif, karena tidak ada yang dirancang benar-benar sama. Keduanya tidak bisa dibandingkan secara langsung. Beberapa lensa Sony E saat ini relatif murah yaitu di bawah Rp 5 juta, seperti 30mm f/3.5 macro, 50mm f/1.8 OSS, dan 35mm f/1.8 OSS. Di lain sisi, banyak juga lensa premiumSony yang berlabel Zeiss/G (gold), seperti Sony Zeiss E 16-70mm f/4 OSS, Sony Zeiss FE 55mm f/1.8, Sony FE 70-200mm f/4 OSS G, dan sebagainya. Lensa-lensa premium berkualitas tinggi seperti ini biasanya berharga di atas Rp 10 jutaan.

 

Masing-masing merk tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sony membuat kamera yang lebih menarik dengan harga yang relatif terjangkau, sedangkan Fujifilm membuat lensa-lensa yang lebih menarik dan komplit. Bila keduanya digabungkan, pasti akan menghasilkan kamera yang menakjubkan. Lihat ragam kamera di Pricearea dalam link http://www.pricearea.com/harga/kamera. Untuk Fujifilm bisa langsung datang ke http://www.pricearea.com/harga/kamera/fujifilm dan Sony ada di http://www.pricearea.com/harga/kamera/sony.

Comments

comments

Read previous post:
9 Cara Memperpanjang Usia iPhone Anda
9 Cara Memperpanjang Usia iPhone Anda

Kabar terkini yang PriceArea dapatkan seri terbaru dari iPhone ini akan edar sekitar akhir kuartal 2014. Sayangnya belum ada pernyataan...

Close