Makanan vs Teknologi – Jika era milenium berduyun-duyun perangkat teknologi membanjiri dunia, maka ada hal yang sebenarnya merupakan kebutuhan keseharian namun luput dari hegemoni kedigdayaan informasi serta kecanggihan sebuah perangkat teknologi portabel elektronik. Makanan! Yup, inilah yang terlupakan, padahal tanpa disadari seiring munculnya perangkat teknologi bergerak dari vendor yang bersaing menjadi terbaik, kebutuhan pokok yakni makanan juga muncul dalam bentuk yang berbeda, semua ada dalam kemasan.

 Ilustrasi-Teknologi-Pembuat-Makanan-Mi-Instan

Ilustrasi-Teknologi-Pembuat-Makanan-Mi-Instan

Apa benar demikian? Pastinya benar bukan, bahkan gaya hidup era teknologi yang semua diperlukan akselerasi cepat secara tak langsung menyentuh lini kebutuhan pokok pangan. Bayangkan, jika sebelumnya kita tak mengenal dengan makanan cepat saji hasil racikan ‘kolonel berjanggut’, maka akhirnya kini kita mengenal dan bahkan menjamur hingga banyak yang menjadikan itu adalah manakanan pokok atau menu utama keseharian.

Padahal, di negara asal, makanan cepat saji ini banyak mendapat kecaman mengingat banyak hal negatif yang menjadikan konsumen enggan untuk mengkonsumsi makanan jenis ini. Beberapa sumber mengatakana bahwa makanan cepat saji jenis ini memiliki kandungan mineral serta vitamin yang kurtang dari standar, terlebih lagi tingkat kolesterol dan lemak yang dimiliki juga memungkinkan konsumen akan menderita penyakit jika mengkonsumsi dalam waktu yang lama serta sering.

Bagaimana dengan Anda? Hal ini tentu menjadikan anggapan bahwa makanan vs teknologi memiliki kedekatan. Alhasil, faktor kesehatan perlu di perhatikan meskipun pembuatan makanan tersebut menggunakan teknologi canggih.

Geliat Pertumbuhan Teknologi

Tahun 2000an merupakan tahun yang sangat penting bagi pertumbuhan teknologi di dunia. Menggeliatnya pertumbuhan teknologi di dunia menyebabkan banyak sekali kemudahan yang kita peroleh mulai dari kehidupan di rumah, kantor, fasilitas umum, maupun di ruang lingkup yang besar, terutama komputer dan handphone.

Dampak teknologi dalam kehidupan manusia yang disebabkan oleh era teknologi juga beragam, baik hal yang positif maupun hal negatif. Coba apakah kamu ingat lagu anak-anak yang bunyinya seperti ini, “Bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi kutolong ibu, membersihkan tempat tidurku”.

Mungkin pada tahun 2013 ini lirik lagu yang berbunyi “bangun tidur ku terus mandi” sudah tidak berlaku lagi, sebagian besar orang langsung memeriksa gadget kepunyaan mereka baik komputer maupun smartphone. Selain itu coba ingat kembali permainan masa kecil kamu mulai dari kelereng, layang-layang, atau permainan tradisional lain yang sudah mulai hilang.

Faktanya permainan itu sudah mulai terkikis akibat maraknya permainan atau biasa disebut game online yang mungkin lebih menarik dimata anak. Sebagian besar anak lebih memilih bermain di warnet untuk mengisi waktu luang ketimbang bermain dengan teman-temannya. Bahkan lebih parahnya lagi anak usia balita sudah diperkenalkan dengan gadget canggih oleh orang tuanya.

Teknologi dan Kebiasaan Malas

Teknologi yang semakin canggih membuat orang semakin malas untuk melakukan sesuatu dan lebih memilh sesuatu yang bersifat instan. Sekarang yang akan kita bahas adalah bagaimana caranya agar kamu tidak diperbudak oleh teknologi. Simpel saja, ayo kita mulai dari diri sendiri.

Hal yang paling dapat kita lakukan adalah cobalah melakukan sesuatu hal yang positif tanpa menggunakan sebuah teknologi, sebagai contoh berkebun di halaman sendiri, mendaki gunung, ataupun hanya sekedar jalan jalan ke taman. Itu akan membuat otak kita beristirahat sejenak oleh penggunaan teknologi dan membuat kamu rileks.

Berikutnya cobalah ubah pola hidup kita dari ketergantungan teknologi seperti ketika kita bepergian. Bawalah gadget secukupnya saja, tidak perlu membawa semua gadget yang kita punya. Selain merepotkan ada hal lain juga yg patut diwaspadai, seperti resiko kehilangan, kerusakan, dan lain-lain.

Tidak hanya dampak dari unsur psikologi, ada juga dampak dalam unsur kesehatan yang sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut. Dilansir dari berbagai sumber, ada hal menarik mengenai teknologi sekarang terutama smartphone yang kita pakai. Kamu tahu gosip mengenai radiasi sebuah handphone yang kabarnya dapat meningkatkan resiko terciptanya sel kangker dan sangat berbahaya bagi kesehatan?

Coba kamu bayangkan bila mempunyai mata batin yang dapat melihat aliran sinyal atau gelombang komunikasi yang melewati udara. Mungkin udara ini akan penuh dengan aliran gelombang yang jumlahnya sangat banyak seperti kilatan cahaya petir. Bayangkan berapa banyak radiasi yang ada di sekitar kamu atau bahkan yang melewati tubuh kamu.

Tren Euforia Issue dan Penyimpangan

Selain hal menarik yang sebelumnya telah disinggung, ada lagi yang lebih menarik, baru-baru ini dunia maya dihebohkan dengan adanya beberapa video yang menggambarkan bahwa gelombang komunikasi tersebut dapat mematangkan popcorn dan memicu ledakan di sebuah pom bensin. Mungkin video itu masih dalam perdebatan akan keasliannya, namun kamu dapat mengambil sisi positifnya untuk tidak bandel menggunakan handphone di kawasan pom bensin.

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan sebuah informasi dari stasiun televisi yang sangat penting mengenai cara penggunaan dan penyimpanan handphone atau smartphone. Pertama jangan pernah menyimpan handphone atau smartphone di saku celana yang berbahan tebal dan ketat. Ini dapat menyebabkan sinyal akan terganggu dan meningkatkan radiasi. Dapat diumpamakan handphone atau smartphone kamu sebagai seorang anak yang kehilangan ibunya di sebuah mall, ia akan berteriak atau menangis untuk menemukan ibunya.

Sama halnya dengan itu, handphone atau smartphone kamu akan dipaksa bekerja lebih keras untuk mendapatkan sinyal dan itulah yang menyebabkan meningkatnya gelombang radiasi. Hindari juga meletakan handphone atau smartphone di bawah bantal ketika tidur. Lebih baik meletakan di tempat yang agak jauh dari kamu seperti di meja dekat ranjang atau bahkan alangkah bainya bila handphone atau smartphone kamu di non aktifkan selama tidur.

Jangan khawatir, alarm tetap akan aktif sesuai waktunya walaupun gadget kamu dalam keadaan non aktif. Cara menyimpan gadget ketika bepergian adalah diletakan di tas yang memiliki rongga agak luas agar sinyal dapat diterima dengan baik oleh handphone.

Selain penyimpanan, penggunaannya pun harus diwaspadai. Banyak orang yang tidak menyadari bahaya menelpon selama berjam jam dengan cara menempelkan handphone ke telinga secara langsung. Lebih disarankan untuk menggunakan perangkat tambahan seperti headset atau mungkin menggunakan fasilitas loudspeaker.

 

Penelitian menyebutkan dampak yang akan diakibatkan adalah rasa pusing yang datang ketika atau setelah penggunaan. Kalau kata orang ada istilahnya “Kuping Panas”. Ini dikarenakan gelombang radiasi melewati bagian-bagian vital kita seperti otak, telinga, dan lain lain. Mungkin belum ada bukti kongkrit mengenai bahaya radiasi dari sebuah gadget namun apa salahnya bila kita mencegah hal terburuk dari hal hal kecil.

Teknologi zaman sekarang memang memberikan kemudahan dalam menjalani kehidupan dan dapat meningkatkan efisiensi tenaga dan waktu. tetapi kita juga harus bijak dalam memanfaatkan teknologi tersebut. Jangan sampai hidup kita hanya diperbudak oleh teknologi diakarenakan pada dasarnya teknologi hanyalah buatan manusia, dan kita sebagai manusia adalah peran utama dalam menjalani kehidupan ini. Jangan sampai generasi muda negeri ini hancur karena dampak buruk dari era teknologi. Mulailah dari diri sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan sekitar kita.


Dimas Maulana

Latest posts by Dimas Maulana (see all)

Comments

comments