banner-magnet-racing-1

Arus listrik dihasilkan oleh kerjasama antara perputaran magnet dengan sepul, mirip generator. Arus yang dihasilkan digunakan buat pengapian, penerangan, maupun pengisian. Hasil kerja yang dihasilkan arusnya tidak beraturan, maka untuk penerangan dan pengisian diatur oleh regulator atau kiprok. Arus listrik dihasilkan oleh alternator atau flywheel magnet adalah arus listrik bolak-balik atau AC (Alternating Currrent). Hal ini terjadi karena arah kutub magnet berubah secara terus menerus dari utara ke selatan saat magnet berputar.

Sistem pengapian flywheel magnet merupakan sistem pengapian yang paling sederhana dalam menghasilkan percikan bunga api di busi dan telah terkenal penggunaannya dalam pengapian motor-motor kecil sebelum munculnya pengapian elektronik. Sistem pengapian ini mempunyai keuntungan yaitu tidak tergantung pada baterai untuk menghidupkan awal mesin karena sumber tegangan langsung berasal dari source coil (koil sumber/pengisi)sendiri. Sistem pengapian magnet racing terdiri dari rotor yang berisi magnet permanen/tetap, dan stator yang berisi ignition coil (koil/spool pengapian) dan spool lampu. Rotor diikatkan ke salah satu ujung crankshaft (poros engkol) dan berputar bersama crankshaft tersebut serta berfungsi juga sebagai flywheel (roda gila) tambahan.

Apa Keuntungan Sistem Pengapian Magnet?

Sistem pengapian dengan magnet ini memiliki keuntungan yaitu tidak bergantung pada baterai untuk menghidupkan awal mesinnya, hal ini karena sumber tegangan yang didapatkan diperoleh dari koil sumber sendiri.

Banyak jenis magnet khusus mesin kompetisi. Kelebihannya dapat diracik di atas kemampuan magnet standar. Setting magnet standar hanya mampu menggapai 9.000 hingga 11.000 rpm. Sementara magnet racing bisa di atasnya atau 13.000 – 14.000 rpm. Tuner balap dari Star Motor, titik pengapian atau derajat timing-nya bisa jauh lebih maju atau mundur dibanding magnet standar. Diameter lempengan magnet yang lebih kecil menyebabkan berkurangnya jarak pembacaan perbedaan sinyal oleh pulser.

Hasilnya tentu mempercepat datangnya arus pengapian ke CDI. Ritme percikan api busi lebih cepat yang akhirnya berdampak cepatnya siklus ledakan kabut bahan bakar di ruang bakar. Akan tetapi, magnet terlalu ringan juga tidak baik, karena akan menghilangkan moment. Di luar spontanitas menggunakan magnet racing, tersimpan risiko tinggi. Hal ini bisa terjadi akibat salah menetapkan timing pengapian. Terlalu maju atau mundur bisa menyebabkan mesin overheating yang berakibat macetnya piston.

Perubahan saat pengapian yang cukup kecil tadi masih cukup untuk motor kecil dua langkah, sedangkan untuk motor yang lebih besar dan empat langkah dibutuhkan pemajuan (advance) saat pengapian yang lebih besar seiring dengan naiknya putaran mesin. Untuk mengatasinya dipasangkan unit pengatur saat pengapian otomatis atau ATU (automatic timing unit). ATU terdiri dari sebuah piringan yang di bagian tengahnya terdapat pin (pasak) yang membawa cam (nok). Cam dapat berputar pada pin, tetapi pergerakkannya dikontrol oleh dua buah pegas pemberat.

Pada saat kecepatan idle dan rendah, pegas menahan cam ke posisi memundurkan (retarded) saat pengapian, Sedangkan pada saat kecepatan mesin dinaikkan, pemberat akan terlempar ke arah luar karena gaya gravitasi. saat pengapian. Hal ini akan berakibat cam berputar dan terjadi pemajuan (advance). Semakin naik putaran mesin, maka pemajuan saat pengapian pun semakin bertambah maksimum pemajuan sekitar +/- 20 putaran sudut crankshaft.

Tips mengganti magnet standart dengan mengganti magnet racing yang lebih ringan dapat meningkatkan performa mesin, atau dengan dapat juga cara magnet di bubut untuk mengurangi ketebalannya agar lebih ringan. Timing harus dimundurkan beberapa derajat dengan memanfaatkan timing light sebagai pemandu pengukuran. Jangan asal pasang, mesin bisa jebol.

Summary
Magnet Racing Motor
Article Name
Magnet Racing Motor
Description
Sistem pengapian manget menggunaan flywheel generator atau magnet, sistem pengapian ini merupakan sistem pengapian yang paling sederhana dan banyak dipakai pada sepeda motor.
Author

Comments

comments