Aku sangat mencintaimu, bahkan terlalu cintanya aku terhadap dirimu. Aku merasa nyaman bersamamu. Jika kau tak ada, aku merasa kehilangan. Ketika aku sedang bosan, aku mencari dirimu. Ketika aku sedang bingung dengan semua tugas-tugasku, kau ada untuk membantuku. Percayakah engkau padaku? Bahwa kaulah yang telah mengubah kehidupan manusia sekarang ini.

Orang-orang  memanggilmu dengan nama, Teknologi.  Entahlah, siapakah kamu sebenarnya? Sepertinya, kehadiranmu di dunia ini benar-benar telah mengubah kehidupan manusia. Ketika aku bertanya padamu, siapakah kamu dan apa yang kamu inginkan? Kamu hanya menjawab “Aku tak menginginkan apa-apa. Aku hanya ingin, membantu manusia dalam mengerjakan sesuatu”.

Aku sungguh menghargai niat baikmu itu. Dan sungguh, kau niatmu itu terlaksana dengan baik. Jujur aku harus mengatakannya, bahwa kamu berhasil dalam menjalankan niat baikmu itu. Seperti;

1. Manusia Lebih Mudah berkomunikasi

Tahukah kamu? Jaman dahulu, sebelum adanya kehadiranmu di dunia. Dunia ini seakan-akan sepi. Manusia berkomunikasi dengan orang-orang yang dekat dengan rumahnya saja. Manusia jarang sekali berbicara dengan sanak saudara yang tinggalnya jauh. Jika manusia ingin berbicara dengan saudaranya yang jauh, manusia butuh pergi ke rumah saudaranya yang jauh itu.

Tapi sekarang? manusia, tanpa harus pergi. Mereka menggunakan dirimu (yaitu telepon) untuk sekedar berbicara walau tidak bertatap muka. Dan dengan adanya teknologi, mempermudah manusia untuk bisa mempererat tali persaudaraan mereka. Walau hanya dengan telepon genggam yaitu hanphone walau hanya untuk menanyakan kabar, tapi alangkah bahagiannya saudara kita bila diberikan perhatian lebih walau dengan bantuan Teknologi ini.

Ilustrasi Komunikasi menggunakan telepon Konvensional
Ilustrasi Komunikasi menggunakan telepon Konvensional

2. Manusia Dapat Hidup Sehat dengan Mudah

Tahukah kamu? Sebelum teknologi hadir Tepatnya di jaman kegelapan atau sering disebut dengan dark ages yang ada di Eropa. Terjadi sebuah wabah penyakit. Dengan gejala terjadi bentol-bentol merah di seluruh tubuh, demam, dan pusing. Kemudian, jika sudah sangat parah mereka seakan-akan menari-nari dalam keadaan pusing dan tak lama  meninggal.

Atau bisa disebut dengan dancing dead. Padahal, setelah diteliti itu adalah penyakit yang dapat disembuhkan. Tapi di jaman kegelapan itu. Tak ada Teknologi kedokteran yang dapat menyembuhkan penyakit itu. Dan manusia pada saat itu meyakini bahwa ada sesuatu yang berbau mistis di sana. Dan akhir cerita, penyakit itu telah memakan korban jiwa jutaan manusia.

Aku sangat berterima kasih kepada Teknologi yang telah hadir di dunia ini. Kenapa? Bahkan, orang yang sakit bisa sembuh dengan bantuan teknologi kedokteran. Bahkan, penyakit kanker bisa disembuhkan sekarang ini. Lihat saja, alat-alat yang dipakai oleh dokter sekarang ini. Sungguh sangat canggih.

Kita ingin hidup sehat, kita bisa cek kesehatan kita dengan teknologi kedokteran tersebut. Jadi, di jaman ini sangatlah mudah untuk kita bisa hidup dengan baik dan sehat. Tapi di sisi lain aku yakin, semua penyakit pasti bisa disembuhkan dengan banyak bantuan, usaha, dan do’a kecuali kematian.

Karikatur Ilustrasi Identifikasi Kesehatan Melalui Teknologi Pada Anak Yang Sakit
Karikatur Ilustrasi Identifikasi Kesehatan Melalui Teknologi Pada Anak Yang Sakit

3. Manusia Mudah Mendapat Informasi

Tak ada kata penasaran lagi terdengar sekarang ini. Kenapa? Karena sekarang manusia yang sedang penasaran, akan segara mendapatkan jawaban dari sebuah kepenasarannya itu. Percaya atau tidak? Ketika itu, kakak sepupuku sedang membicarakan binatang tungau. Dan sebenarnya aku sama sekali tidak pernah mendengar kata binatang tungau sebelumnya. Dengan bantuan teknologi inrtenet dan juga komputer aku langsung menemukan, apa sebenarnya binatang tungau itu?.

Ternyata, binatang tungau adalah binatang yang amat kecil yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop saja. Ada banyak jenis tungau, salah satunya tungau debu. Tungau debu ini binatang yang suka makan debu dan juga tinggal di tempat yang berdebu. Sebersih apapun rumah, pasti ada tungaunya. Ada lagi tungau yang memakan kulit manusia yang tinggalnya di kasur. Makanya, kita butuh mencuci sprei kasur kita seminggu atau 2 minggu sekali. Kalau tidak, wah bisa gatal-gatal. Bagaimana? Aku dapat informasinya cukup lengkap juga ya. Itu dengan bantuan teknologi lagi.

Ilustrasi Pengaruh Teknologi Informasi Komputer pada Kehidupan
Ilustrasi Pengaruh Teknologi Informasi Komputer pada Kehidupan

Tapi Teknologi, tahukah kamu? Kamu terlalu banyak membantu manusia. Bukan maksudku untuk menghentikan niat baikmu itu. Ya, kau tahu sendiri. Tak ada yang sempurna di dunia ini. Karena kesempurnaan hanyalah milik  Tuhan yang Maha Esa. Tapi sering sekali aku menemukan Teknologi juga tidak membantu manusia. Kenapa?

Terlepas dari itu, berikut ini adalah 3 alasan dampak teknologi yang telah mengubah kehidupan;

1. Manusia Menjadi Malas dan Kecanduan

Ketika itu aku sedang di sekolah. Kata guru yang mengajar, tolong sebutkan pengaruh teknologi di kehidupan kita. Tiba-tiba teman saya menjawab, “Teknologi sekarang membuat manusia menjadi orang yang malas. Karena terlalu seringnya dibantu oleh teknologi”, begitulah kata temanku. Ketika itu, aku sadar. Bahwa teknologi menjadikan manusia menjadi sangat malas.

Seperti apa? Di jaman dahulu, manusia butuh mengambil air dari sumur. Tapi sekarang ini? Wah, memang bukan main bantuan sari Teknologi. Kita butuh air? Hanya tinggal menekan atau memutar keran. Lalu, keluarlah air dengan mudahnya. Sungguh, amat mudah.

Ketika dahulu kita perlu mencuci baju dengan tangan sendiri. Hingga tangan kita menjadi keriput dan kasar. Tapi hari ini? Ada teknologi untuk mencuci baju, yaitu mesin cuci. Hanya tinggal menekan tombol, memasukkan sabun, dan tunggu beberapa menit. Baju pun akan bersih dan tangan tidak keriput dan kasar.

Memang sangat mudah sekali. Tapi, apa dampaknya? Manusia menjadi malas. Dan menjadi kecanduan. Seperti orang yang mengkonsumsi narkoba. Tidak bisa hidup tanpa adanya narkoba itu. Teknologi sudah seperti narkoba. Sekarang, berapa banyak anak yang masih diajarkan ibunya untuk mencuci baju sendiri? Sedikit terlebih lagi manusia di perkotaan. Anak-anak sekarang diperkenalkan dengan mesin cuci, penghisap debu, dan banyak lagi. Jangankan teknologi semacam itu. Anak-anak juga sudah terbiasa dengan pembantu

Lalu ketika semua teknologi itu hilang? Ketika pembantunya pergi? Apa yang akan mereka lakukan dalam pekerjaan rumah?

Ilustrasi Pengaruh Teknologi 'Kenapa Aku jadi Malas'
Ilustrasi Pengaruh Teknologi ‘Kenapa Aku jadi Malas’

3. Jalanan Macet

Ayah pernah bilang, “Dulu ya, Ayah lewat jalan ini masih sepi sekali. Tapi sekarang? Sudah macet dan banyak kendaraannya!”, ucap beliau. Rasanya ingin sekali untuk bisa hidup di zaman ayah dan ibu masih remaja. Aku membayangkan bahwa, dahulu kehidupan sangat aman dan nyaman. Tanpa banyak debu, sampah dan polusi di jalanan.

Jalanan selalu dipenuhi oleh kendaraan mobil, motor, dan juga kendaraan umum. Terlebih lagi, kendaraan tersebut menimbulkan polusi yang membuat tipis lapisan ozon dunia. Sehingga, es di kutub utara mencair dan udara menjadi panas. Jalanan lewatnya kendaraan menjadi macet dan berhenti.

Ketika itu aku pernah tanya guru saya. “Bu, suami ibu kerja di mana?”. Guru itu langsung menjawab, “Suami ibu kerja di daerah Jakarta Pusat”. Saat itu aku tercengang. “Ha? Ibu tinggal di Bekasi tapi pekerjaannya di Jakarta Pusat? Itu kan jauh”.

Ibu itu langsung sedikit murung “Iya, memang jauh. Tapi Ibu selalu datang duluan dibanding suami ibu. Kalau kata suami ibu sih, ‘saya jadi tua di jalan’ “, ucapnya. Aku bisa mengerti, dengan adanya teknologi bisa berdampak tidak baik untuk lingkungan juga apalagi bagi pengguna utamanya, manusia.

Mereka bisa menghabiskan waktunya berjam-jam hanya untuk pergi. Memang dengan kendaraan tapi jalanya yang sangat macet itu juga bisa  menghabiskan waktu berharga bagi manusia

Ilustrasi Kemacetan di Jakarta
Ilustrasi Kemacetan di Jakarta

3. Anak-Anak Punyai Dunianya Sendiri

Alangkah sedihnya ketika melihat adik sepupu yang hobinya itu main game di iPad. Ke mana pun, walau sedang dalam acara keluarga. Adik sepupu aku tetap saja fokus dengan permainannya itu. Ketika aku berkata padanya, “Hai, sudah dulu mainnya. Kita sedang mau salaman dengan saudara yang lainnya”. Dengan tiba-tiba dirinya langsung marah padaku. “Apaan sih.. Aku ini mau main!”

Dari sini, aku sadar. Teknologi seakan-akan telah menghipnotis anak-anak. Mereka menjadi anak yang kurang perhatian kepada lingkungan di sekitarnya. Mereka tidak peduli dengan yang lainnya. Anak-anak menjadi punya dunianya sendiri. Memang dunia anak-anak berbeda dengan dunia orang tuanya. Tapi, anak-anak juga butuh dilatih dan dididik untuk menjadi anak yang bisa bersosialisasi dan tidak asyik dengan dunianya sendiri.

Ilustrasi Pengaruh Teknologi Pada Anak

Maka, aku akan ambil kesimpulan bahwa teknologi begitu baik dalam membantu kita mengerjakan sesuatu. Tapi ada juga dampak yang begitu banyak ketika kita terlalu sering meminta bantuan pada teknologi. Memang teknologi tidak pernah mengeluh jika kita meminta bantuannya. Bahkan yang hebatnya teknologi selalu mengembangkan dirinya untuk terus menerus bisa membantu manusia dalam segala hal.

Tapi jangan sampai kita menjadi kecanduan dalam meminta bantuannya. Kata Ayahku, kita harus bisa hidup mandiri. Tidak merepotkan dan tidak bergantung pada siapa pun.  Teknologi memang telah mengubah kehidupan manusia dalam sekala yang sangat besar. Memang, tidak menjadi masalah ketika kita berubah dengan teknologi selama itu baik. Tapi yang terpenting adalah jangan sampai kita terlalu sering mengandalkan teknologi karena pemakaian yang terlalu sering. Akan berakibat sangat buruk untuk dirimu, sobat! Jadi, manfaatkan teknologi sebaik mungkin. Salam hangat. (Indah F)

Comments

comments