Mudik telah menjadi kebiasaan dan tradisi masyarakat Indonesia kala lebaran tiba. Mereka akan pulang ke kampung halaman dari tempat perantauannya masing-masing. Saat mudik tiba, terutama di hari-hari menjelang dan setelah Ramadan, jalan-jalan akan dipenuhi oleh jutaan pemudik yang akan pulang ke daerahnya masing-masing. Mereka ada yang mengendarai sepeda motor, mobil pribadi, ataupun kendaraan umum. Dewasa ini, masyarakat lebih senang mudik menggunakan sepeda motor. Alasannya tentu saja lebih hemat biaya. Selain itu, menggunakan motor pribadi lebih fleksibel waktunya, berbeda dengan kendaraan umum.

Keuntungan menggunakan sepeda motor untuk kendaraan mudik adalah lebih cepat sampai tujuan, menurut mereka yang menggunakan motor. Sebab, ukuran motor jauh lebih kecil sehingga bisa menghindari kemacetan dengan melewati jalan-jalan sempit. Akan tetapi, mudik naik sepeda motor bukan tanpa resiko. Justru resiko yang dihadapi oleh pemudik sepeda motor lebih besar daripada yang menggunakan mobil atau kendaraan umum. Banyaknya pengguna sepeda motor sendiri mengakibatkan mereka tidak mau saling mengalah dan saling ambil jalan. Akibatnya sering sekali terjadi kecelakaan sepeda motor saat mudik. Korbannya bahkan ada yang sampai meninggal. Nah, jika anda adalah salah satu pemudik yang biasa menggunakan sepeda motor, harus lebih hati-hati saat berkendara. Selain itu persiapkan secara matang segala sesuatunya. Berikut ini hal yang perlu anda perhatikan ketika akan mudik dengan menggunakan sepeda motor.

Mudik dengan Sepeda Motor, Jangan Abaikan Hal Berikut

1. Persiapkan Kondisi Sepeda Motor
Kondisi sepeda motor adalah yang terpenting jika anda akan mudik menggunakannya. Mungkin anda akan menggunakan sepeda motor yang juga biasa digukanan sehari-hari di kota dan anda sudah hafal dengan kondisinya. Namun, alangkah baiknya jika memeriksa ulang semua kesiapan sepeda motor. Hal ini juga untuk mengurangi resiko kecelakaan. Service-lah sepeda motor dan ganti oli kendaraan, minimal 2-3 hari sebelum melaksanakan mudik. Akan tetapi, jika anda sudah menyervis motor dan mengganti olinya 1-2 minggu sebelum mudik anda tidak perlu mengulanginya lagi. Cukup periksa poin-poin tertentu, seperti rem, ban, lampu, kopling, rantai dan klakson kendaraan. Jika semua sudah dalam kondisi siap tempur maka mudik anda tidak ada rasa khawatir.

Mudik dengan Sepeda Motor

2. Persiapkan Kondisi Fisik Anda
Mudik dengan sepeda motor membutuhkan fisik yang ekstra fit karena anda akan menjelajah berkendara ratusan kilometer. Ditambah lagi kemacetan di jalan yang semakin membuat fisik semakin loyo. Maka dari itu, sejak awal kondisi fisik anda harus 100%. Jagalah kesehatan anda baik-baik. Seminggu sebelum waktu mudik tiba, biasakanlah untuk berolahraga kecil-kecil untuk menjaga daya tahan tubuh. Jangan lupa pula menjaga pola tidur dan pola makan agar tubuh tetap prima saat mudik nanti. Fisik yang tidak 100% akan memiliki resiko lebih besar mengalami kecelakaan.

3. Jangan Bawa Barang Terlalu Banyak
Sejatinya motot tidak digunakan untuk mengangkut barang. Akan tetapi, jika anda terpaksa membawanya, mungkin untuk oleh-oleh, maka sebaiknya bawalah secukupnya saja. Sudah ada aturan tertulis di buku maual sepeda motor. Ikutah aturan tersebut sehingga perjalanan anda akan terasa nyaman. Jika anda menggunakan motor sport (kopling) letakkanlah barang bawaan anda di jok belakang den ikat kuat-kuat dengan sepeda motor. Jangan terlalu besar barangnya karena dapat mengganggu kestabilan kendaraan.

Mudik dengan Sepeda Motor

4. Maksimal 2 Orang
Dalam satu sepeda motor, maksimal penumpang adalah dua orang, satu pengemudi dan satu pembonceng. Memang cukup dianjurkan untuk naik sepeda motor berboncengan berdua, dengan syarat keduanya memiliki kemampuan mengandarai sepeda motor yang baik dan tak ketinggalan mempunyai SIM. Dengan begitu,ketika salah satu lelah bisa bergantian mengendarai dengan yang lainnya. Membawa penumpang lebih dari 2 akan sangat berbahaya, selain bisa ditilang polisi. Jika anda punya bayi atau balita, sebaiknya jangan ikut naik sepeda motor. Lebih baik suruh istri dan anak anda naik kendaraan umum, sementara anda naik sepeda motor sendiri. Itu jauh lebih safety. Selain itu, anda juga masih bisa mempertimbangkan untuk membeli mobil second demi kelancaran anda dalam mudik ke kampung halaman.

Baca Juga: Membeli Mobil Bekas Untuk Mudik; Perhatikan Hal Berikut ini

5. Gunakan Perlengkapan Sepeda Motor yang Standar
Jangan main-main dengan keselamatan anda. Resiko mudik dengan sepeda motor sangat besar oleh karena itu, pakailah perlengkapan sepeda motor yang standar. Diantara perlengkapan standar tersebut adalah helm full face, sarung tangan, sepatu boot, jaket kulit standar, pengaman lutut dan sebagainya. Dengan terlindungnya seluruh bagian tubuh anda, akan mengurangi resiko terburuk yang mungkin saja menimpa. Selain itu, pakailah pakaian yang nyaman seperti kaos katun yang menyerap keringat dan celana yang tidak ketat demi kenyamanan saat berkendara.

Mudik dengan Sepeda Motor

6. Membawa Perkakas Sepeda Motor
Walaupun anda sudah melakukan pengecekan pada saat akan berangkat, membawa perkakas sepeda motor tidak ada salahnya juga. Hal ini untuk berjaga-jaga siapa tahu di jalan kendaraan anda bermasalah. Jika ada kerusakan kecil, misalnya baut-baut yang kendor, anda bisa langsung memperbaikinya. Sehingga perjalanan mudik dengan sepeda motor anda akan semakin nyaman.

7. Pergi Rombongan/ Ramai-ramai
Tidak enak mudik naik sepeda motor sendirian. Akan lebih asyik jika mudik dilakukan secara berjamaah, alias rame-rame. Anda bisa mengajak teman satu komunitas, satu tempat kerja, atau satu daerah untuk mudik bersama. Selain lebih akrab karena kebersamaan, teman satu grup juga bisa membantu anda jika anda tertimpa hal yang tidak diinginkan di tengah perjalanan. Kalau motor mogok ada yang membantu atau mungkin kehabisan bahan bakar, anda bisa meminta tolong untuk membelikan di pom bensin terdekat.

Mudik dengan Sepeda Motor

8. Patuhi Rambu Lalu Lintas
Biasanya ini yang sering tidak diperhatikan oleh pengendara sepeda motor. Beberapa dari mereka, misalnya yang menerobos lampu merah, melawan arus, melewati jaur yang tidak seharusnya, dll, merasa aman karena polisi tidak akan menilang saat kondisi mudik. Jadi kalau ada kesempatan, rambu-rambu lalu lintas bisa diterobos demi ingin cepat sampai. Sebenarnya ini sangat berbahaya bagi keselamatan anda. Selain itu, jika anda tidak tertib maka akan memancing pengendara sepeda motor lain untuk melakukan hal yang sama. Hal ini justru akan semakin memperparah kemacetan, bukannya cepat sampai malah terjebak macet yang lebih parah.

9. Pakailah Sepeda Motor yang Layak
Tidak harus baru untuk menyebut sebuah sepeda motor layak atau tidak untuk dibawa mudik. Terpenting dari itu semua adalah sepeda motor anda memang dibuat untuk bisa dipakai jarak jauh. Dalam hal ini motor-motor sport (motor laki / kopling) lebih layak untuk digunakan daripada motor bebek, matik, apalagi vespa. Motor-motor sport memang didesain untuk berkendara jarak jauh (touring) sehingga tidak menyebabkan badan cepat lelah dan pegal-pegal. Berbeda misalnya dengan sepeda motor matik. Sepeda motor matik lebih pantas digunakan untuk jarak-jarak dekat di dalam kota saja. Ukuran bannya yang kecil membuat kestabilan motor matic menjadi lebih terbatas dibandingkan dengan motor lain. Padahal kita tahu jalanan di Indonesia ini tidak sepenuhnya mulus.

Mudik dengan Sepeda Motor

10. Berdoa dan Jangat Ngebut
Persiapan yang terakhir saat mudik dengan sepeda motor adalah doa. Bagaimanapun berdoa itu penting, meminta perlindungan dari yang Maha Melindungi. Setelah itu, berkendaralah dengan kecepatan yang standar saja. Jangan ngebut tapi jangan juga terlalu pelan. Ingin cepat sampai tapi mengabaikan keselamatan tentunya bukanlah taruhan yang seimbang karena nyawa taruhannya.

Baca Juga: Lakukan 8 Hal Berikut Saat Terjebak Macet Mudik Lebaran

Ada baiknya memilih moda transportasi lain untuk sarana mudik ke kampung halaman. Namun jika sudah tidak ada sarana lain dan anda hanya memiliki opsi mudik dengan menggunakan motor, maka persiapkan dengan sungguh-sungguh. Anda juga harus mengetahui medan yang akan anda lalui ketika mudik. Selebihnya jangan paksakan diri, ketika sudah terasa lelah, maka menepilah dan beristirahat sejenak. Jika dipaksakan justru malapetaka yang akan didapat. Selamat bermudik ria, dan keep safety riding. Keluarga tercinta menunggu dirumah.

Comments

comments