Wanita biasanya sangat concern dalam memilih bahan dan juga model dalam hal fashion. Tentunya mereka ingin tetap terlihat modis dan juga gaya dengan berbagai pakaian yang mereka kenakan setiap harinya. Dengan menggunakan fashion wanita ini, sudah pasti mereka akan lebih percaya diri sekaligus terlihat lebih modis. Namun tahukan anda bahwa fashion justru menjadi salah satu penyumbang efek global warming terbesar? Hal ini cukup mencengangkan, karena kita semua pasti mengenakan berbagai bentuk fashion pria maupun wanita di setiap keseharian kita.

Lantas, fashion apa saja yang dapat memicu efek global waming, ternyata beberapa jenis bahan pakaian yang sering kita kenakan setiap harinya dapat memicu terjadinya efek global warming yang lebih parah lagi. Industri pakaian dapat memenuhi segala kebutuhan orang banyak, sekaligus menjadi mata pencaharian tertentu bagi beberapa kalangan. Namun bidang ini seperti dua mata pisau yang sewaktu-waktu dapat membahayakan diri kita.

Scarf

Fashion Dapat Perparah Efek Global Warming

Salah satu jenis fashion yang membawa dampak buruk bagi bumi adalah Scarf. Kebanyakan scarf yang dijual di pasaran memiliki kandungan material yang terbuat dari Nylon, Polyester, atau bahkan campuran dari kedua zat tersebut. Kedua senyawa tersebut merupakan zat yang berasal dari Petrokimia yang dapat menimbulkan dan memperparah efek global warming. Hal ini dikarenakan proses pembuatannya yang memerlukan gas berbahaya yang bernama Nitro Oksida yang kekuatannya mencapai 310 kali lebih ampuh daripada Karbon Dioksida pada efek global warming yang ditimbulkan.

 

[adsense2]

Comments

comments