Setiap tanggal 16 Oktober, dunia memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS). Pada tahun ini kita diajak untuk mendalami tema Makin Bergizi, Hidup Makin Berkualitas. Seperti kita tahu, HPS dijadikan tradisi masyarakat dunia sejak tahun 1981, berdasarkan keputusan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) tahun 1979. Latar belakangnya adalah keprihatinan akan bencana kelaparan yang masih diderita oleh banyak saudari-saudara kita di berbagai tempat di dunia, baik dalam skala besar maupun kecil. Yang menjadi keprihatinan bukan sekedar kelaparan yang berarti tidak adanya makanan, melainkan kurangnya makanan yang bermutu.

 

DAPATKAN INFORMASI PROMO MENARIK

 

Di era perubahan iklim ini, peran pertanian terlebih sektor pangan sangat strategis. Sektor pertanian sebagai penyedia pangan dan bahan baku pengolahan ini perlu mendapatkan perhatian. Walaupun sektor pertanian sebagai penyangga pangan dunia, namun hampir semua usaha tani ini rentan terhadap perubahan iklim. Oleh karena itu, perubahan iklim merupakan salah satu ancaman serius terhadap ketahanan pangan yang harus disikapi secara bijak.

Menurut Data Riset Kesehatan Nasional 2016, ada 20,7 persen penduduk dewasa di Indonesia menderita kegemukan. Sementara itu, anakanak berusia 5-12 tahun yang menderita kegemukan sebesar 8,8 persen. Sedangkan menurut Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2016 dari Kementeriaan Kesehatan Republik Indonesia di wilayah DKI Jakarta, kelebihan gizi anak usia 0 – 59 bulan justru mengalami kenaikan dari 3.3 % menjadi 4.4 %.

Kegemukan disebabkan oleh penumpukan lemak di badan karena konsumsi kalori yang tinggi. Kegemukan ini bisa memicu banyak penyakit. Dari satu pihak banyak saudari-saudara kita, anak-anak kita yang kekurangan gizi. Dari lain pihak ada banyak saudari-saudara dan anak-anak kita yang kelebihan kalori karena berlebihnya makanan yang disantap.

Kementerian Pertanian bakal menyelenggarakan peringatan Hari Pangan Sedunia yang ke 37 di Tanjungpura, Kalimantan Barat pada 19 sampai 22 Oktober 2017. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan tema yang dibicarakan adalah soal penanganan permasalahan akibat migrasi dan upaya menarik anak muda untuk tertarik mebangun pertanian.

Hari Pangan Sedunia diinisiasi sebagai bentuk perhatian bahwa semakin rawannya krisis pangan di dunia telah diingatkan oleh FAO (Food and Agriculture Organization) sejak diselenggarakan Konferensi Pangan Sedunia di Roma tahun 1974. FAO pada Konferensi ke-20 bulan Nopember 1979 di Roma mencetuskan Resolusi Nomor 179 yang disepakati semua negara anggota FAO termasuk Indonesia, yang menetapkan untuk memperingati World Food Day (Hari Pangan Sedunia). Peringatan HPS mulai tahun 1981 dilaksanakan setiap tanggal 16 Oktober, sesuai dengan hari didirikannya FAO yaitu pada tanggal 16 Oktober 1945 di Quebec City, Canada.

Baca Juga >> Diet Sehat Belanja Hemat Hanya Di Prosehat

Adanya peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) pada setiap tanggal 16 Oktober adalah sebuah momentum yang mengingatkan dunia bahwa kekuatan setiap negara ditentukan oleh kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat secara berkelanjutan. Momen HPS adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian akan pentingnya penanganan masalah pangan baik di tingkat nasional, regional maupun global secara berkelanjutan. Segera kunjungi pricearea.com sebagai mesin pencari belanja nomer #1 di Indonesia dapatkan promo hingga diskon menarik yang spesial hanya untuk kamu para pecinta belanja. #SELAMATHARIPANGAN

Summary
Harga Jual Makanan Bergizi  Di Hari Pangan Sedunia
Article Name
Harga Jual Makanan Bergizi Di Hari Pangan Sedunia
Description
Hari Pangan Sedunia diinisiasi sebagai bentuk perhatian bahwa semakin rawannya krisis pangan di dunia telah diingatkan oleh FAO (Food and Agriculture Organization) sejak diselenggarakan Konferensi Pangan Sedunia di Roma tahun 1974.
Author

Comments

comments