Face Shield belakangan ini ramai bermunculan, pasalnya ada beberapa pihak yang kini berbondong-bondong menjual alat pelindung ini. Sejak munculnya wabah corona berbagai upaya perlindungan diri memang dilakukan oleh masyarakat, yang mana salah satunya adalah dengan menggunakan kacamata pelindung atau pelindung wajah ini.

Virus corona menjadi satu momok besar untuk semua masyarakat dunia, karenanya berbagai upaya dikerahkan oleh semua pihak untuk bisa mencegah dan menekan angka penyebaran virus corona. Mulai dari mengurangi kegiatan di luar rumah, menjaga jarak satu sama lain, mengurangi interaksi sosial.

Selain menjaga sikap-sikap seperti diatas semua masyarakat juga dihimbau untuk melakukan tindakan preventif seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat keluar rumah, dan  juga memakai face shield. Ditengah pandemi virus corona seperti saat ini, keberadaan face shield memang bisa dikatakan tidak kalah populer dari masker medis maupun masker kain.

Dengan menggunakan face shield, banyak yang percaya bahwa menggunakan alat pelindung yang satu ini akan dapat mengurangi potensi tertular Covid 19 saat sedang berada di luar rumah. Hal tersebut dikarenakan sebagaimana yang kita ketahui bahwa alat ini terbuat dari mika yang menutupi wajah sehingga mampu menghalau droplets dari penular.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa cara penularan virus corona adalah dengan melalui droplets yang masuk ke tubuh orang lewat mulut, hidung mata. Jadi jika area wajah tertutupi dengan alat yang mampu menghalau droplets tersebut maka kemungkinan tertular jelas akan lebih rendah.

Berkaitan dengan informasi tentang face shield yang dapat mengurangi risiko penularan ini sebelumnya juga telah dibenarkan oleh pihak Ahli Epidomioogi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Menurut dr Pandu Riono, MPH, PhD Face Shield yang terbuat dari muka atau plastik dapat melindungi wajah dari serangan droplets.

Ahli Epidomiologi juga menegaskan bahwa terkait bahan mika atau plastik yang digunakan untuk pembuatan face shield bagi masyarakat tidak ada ketentuan khusus yang diberlakukan. Namun berbeda halnya dengan yang akan dipakai oleh pihak tenaga medis, jika untuk pihak tenaga medis ada aturan khusus yang harus diterapkan.

Akan tetapi bagaimanapun meskipun telah dapat digunakan untuk menghalau virus corona, semua orang masih harus tetap menjaga jarak satu sama lain setidaknya 1 hingga 2 meter. Jangan lupa untuk rajin mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer sesering mungkin. Mengurangi menyentuh mulut, hidung dan mata juga harus dilakukan.

Dalam keadaan serangan virus corona seperti saat ini intinya sebisa mungkin menjaga diri dengan menggunakan alat-alat pelindung diri, misalnya seperti face shield, masker kain, maupun sarung tangan karet. Alat-alat ini setidaknya dapat memperkecil kemungkinan virus masuk dalam tubuh.

Tangan adalah salah satu anggota tubuh yang sering menyentuh wajah, sedangkan kita tahu bahwa wajah (hidung, mata, dan mulut) merupakan jalan masuknya virus kedalam tubuh. Karena itu melindungi tangan juga sangat penting untuk dilakukan, salah satunya adalah dengan menggunakan sarung tangan karet.

Anda dapat menemukan sarung tangan karet ini dengan mudah, karena saat ini ada banyak produsen yang telah memproduksi sarung tangan karet. Ditengah pandemi Covid 19 kita memang harus sadar bahwa ribet menggunakan APD masih lebih baik daripada kita membahayakan diri terpapar virus secara langsung.

Baca Juga >> Memahami Pentingnya Penggunaan APD Untuk Tenaga Medis

Menambah informasi tentang pentingnya menggunakan APD seperti masker kain, sarung tangan, baju APD, maupun face shield adalah penting. Akan tetapi anda tetap harus bisa membedakan manakah APD yang boleh dipakai oleh masyarakat dan mana APD yang hanya bisa digunakan oleh pihak medis, jangan sampai Anda membuat tenaga medis kesusahan mendapat APD.

Comments

comments