Efek Miris dari Perkembangan Teknologi Gadget – Semua orang tahu, bahwa dampak perkembangan teknologi saat ini bagaikan belati bermata dua. Ada manfaat dan ada pula mudharatnya. Salah satu yang menonjol adalah gadget.

Perkembangan teknologinya yang teramat pesat begitu menakjubkan. Semakin hari semakin “cerdas” saja gadget yang beredar. Tetapi, dampak negatifnya tak henti membuat saya tercekat dan membuat pikiran konyol melintas di benak saya, “Andai bisa, Saya ingin menarik kembali ketiga anak saya masuk ke dalam rahim agar mereka terlindungi dari berbagai kejelekan di zaman mendatang.”

Pikiran konyol yang impossible dan bisa menjebak kepada sikap apatis itu segera saya tepis. Ancaman besar itu, mau tak mau harus dihadapi dan diatasi.

Manfaat Besar Teknologi

Manfaat terbesar perangkat elektronik adalah tentu saja kemudahan bagi manusia dalam mengerjakan banyak hal, terutama dalam komunikasi. Seorang penulis saat ini bisa menulis di mana saja, baik itu di sela-sela kemacetan, saat sedang menunggu antrian di rumah sakit, dan lain-lain. Fasilitas yang ada di dalam sebuah smart phone memungkinkannya menyimpan tulisan ke dalam gadgetnya.

Dampak buruk gadget, apa lagi setelah digabung dengan kecanggihan internet yang terbesar adalah dalam pengaruhnya terhadap moral remaja bahkan anak-anak kita. Waktu masih duduk di bangku sekolah dasar, sulung saya pernah bertanya, “Apa itu film bokep, Ma?” Ini karena di antara kawan-kawannya sudah ada yang menonton film bergenre asusila ini. Dan dahsyatnya fil tersebut bisa saja diputar melalui laptop atau handphone sebagai alat canggih mereka.

Baru kemarin ada kejadian, seorang siswi kelas IX SMP di-bully oleh 5 orang kawan perempuannya. Ia diancam dengan senjata tajam, disuruh beradegan asusila dengan seorang remaja lelaki adik kelasnya dan direkam. Ia melapor ke polisi. Sayangnya kepala sekolah tak berpihak kepadanya dan menyatakan hal tersebut sebuah kegiatan “suka sama suka”. Siswi ini kemudian memutuskan untuk pindah sekolah.

Beberapa hari yang lalu, dari sebuah berita dari stasiun TV lokal tersiar kabar beredarnya video adegan mesum seorang siswi dan siswa dari SMA berbeda di sebuah kota kabupaten di Sulawesi Selatan. Kepala sekolah siswi itu saat diwawancarai terlihat sangat pedih. Sanksi tentu akan diperoleh kedua sejoli itu.

Saat inspeksi mendadak di sebuah SMP di kota ini, ditemukan ada satu ponsel milik seorang siswa berisi foto-foto porno. Maka larangan membawa ponsel berkamera ke sekolah segera dikeluarkan oleh pihak sekolah. Saya setuju sekali dengan sekolah yang menerapkan cara sidak dan melarang siswa-siswinya membawa ponsel berkamera. Malah kalau bisa, saya berharap ini menjadi peraturan nasional. Bahwa semua pelajar hanya boleh membawa HP tak berkamera dan ada sanksi bagi yang melanggarnya.

Ilustrasi Efek Miris dari Perkembangan Teknologi Gadget
Ilustrasi Efek Miris dari Perkembangan Teknologi Gadget

Kecanggihan mbah Google dalam menjawab berbagai pertanyaan, bisa dimanfaatkan siapa pun. Internet bisa diakses di mana saja, bukan hanya dari laptop,  namun bisa juga dari HP. Warnet pun menjadi tempat nongkrong para remaja kita. Miris sekali.

Dari sebuah artikel, saya mendapatkan informasi bahwa pada sebuah hasil penelitian menunjukkan, dari 3.600 sampel kesehatan remaja yang dilakukan di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi, sebesar 20,9 persen remaja pernah hamil di luar nikah.

“Kasus tersebut terjadi akibat meniru tayangan situs-situs porno melalui telepon genggam, sedangkan remaja dan keluarganya tidak mau menerima konseling tentang menjaga kesehatan reproduksi remaja dan bahayanya melakukan hubungan seks pranikah,” kata Deputi KS-PK BKKBN Dr Sudibyo Alimoesa MA, dalam keterangan persnya di Pekanbaru, Rabu (7/11/2012)

Menurutnya, kasus ini cukup memprihatinkan, sehingga pemerintah perlu mengeblok situs-situs porno, baik melalui saluran telepon genggam maupun warung-warung internet.

Sudibyo menuturkan, ketika berkunjung ke Cina, dia mencoba membuka situs porno,  namun sulit dibuka karena Pemerintah Cina telah mengeblok situs tersebut. “Kebijakan tersebut dilakukan Pemerintah Cina, bagian dari menjaga kualitas remaja mereka, karena setiap pasangan keluarga di sana hanya memiliki seorang anak,” jelas Sudibyo.

Hm … sambil menunggu langkah tegas pemerintah kita, ada satu hal yang bisa kita lakukan yaitu dengan mengawasi anak-anak ketika berselancar di dunia maya. Salah satunya dengan menerapkan program yang disediakan oleh Nawala (http://nawala.org).

Sebagai informasi, DNS Nawala adalah layanan DNS yang bebas digunakan oleh pengguna akhir atau penyedia jasa internet untuk mendapatkan akses internet bersih dan aman. DNS Nawala melakukan penapisan situs-situs berkandungan negatif yang tidak sesuai dengan norma kesusilaan dan budaya Indonesia, seperti situs berkandungan pornografi atau perjudian. Selain itu DNS Nawala juga menapis situs-situs yang berbahaya dan melanggar aturan perundangan, seperti situs penipuan, malware dan phising.

Melihat zaman sekarang, tantangan di masa depan sepertinya akan lebih dahsyat lagi bagi para orangtua. Butuh usaha ekstra keras dalam mengasuh anak-anak kita. Di masa remaja, anak-anak kita mengalami perubahan hormon dan gejolak-gejolak yang baru mereka rasakan. Rasa ingin tahu yang besar dan kurangnya wawasan bisa menjebak mereka kepada hal-hal negatif. Mudah-mudahan ada usaha yang lebih serius lagi dari pemerintah kita dalam mengatasi masalah ini dan kita semua diridhai oleh Yang Maha Kuasa dalam membimbing anak-anak kita kepada kebaikan.

 

Makassar, 21 Oktober 2013

Mugniar Marakarma

Latest posts by Mugniar Marakarma (see all)

Comments

comments