Di jaman yang bisa disebut sebagai era modern ini, seringkali mendengar istilah update, follow maupun share. Di mana istilah-istilah tersebut bisa Kita temui pada sekumpulan wadah modern yang kita sebut sebagai aplikasi jejaring sosial yang terakses melalui internet. Tapi, apakah Anda sadar apakah hal tersebut merupakan dampak era teknologi dalam sosial budaya bangsa kita?

Ilustrasi Dampak Era Teknologi dalam Sosial Budaya
Ilustrasi Dampak Era Teknologi dalam Sosial Budaya

Pengaruh internet memang sudah mulai terlihat semenjak pertama kali muncul dan menjadi icon baru di dunia teknologi. Memang tak bisa dipungkiri, bahwa kehidupan saat ini sudah mulai terjangkit ‘virus’ internet. Dalam artian di sini sudah semakin banyak orang yang tak bisa lepas dengan yang namanya internet.

Walaupun demikian, memang tak bisa dipungkiri lagi bahwa adanya internet semakin membuat dunia informasi semakin berkembang cepat. Bila biasanya orang hanya menerima informasi melalu produk elektronik seperti radio, televisi, maupun melalu surat kabar, kini orang sudah bisa mengikuti arus informasi melalui internet.

Hal ini sekaligus menjadi fakta, bahwa internet sudah mulai merambah ke kehidupan sosial masyarakat. Dengan adanya tuntutan jaman yang semakin modern ini, mau tidak mau, masyarakat yang dulunya masih awam dengan dunia IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi), harus semakin keras dalam mempelajari hal baru tersebut.

Dari sekian banyak kemudahan dan manfaat yang diberikan oleh dunia teknologi mulai dari perangkat elektronik hingga otomotif seperti sepeda motor atau roda empat, ternyata dalam beberapa aspek sosial, dunia teknologi juga memberikan beberapa ancaman yang cukup serius dan tanpa disadari akan menggerus nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Banyak sekali hal-hal yang cenderung bersifat individualis ketika seseorang sudah masuk dan tergantung pada kemajuan teknologi.

Berikut ini adalah beberapa contoh pengaruh IPTEK yang dirasa cukup ‘menganggu’ kehidupan sosial seseorang :

Facebook

Facebook, mungkin bagi seluruh umat manusia yang hidup di abad 20 ini, bukanlah sesuatu yang awam. Salah satu situs jejaring sosial yang bisa dibilang cukup untuk mengalihkan perhatian dunia khususnya di bidang komunikasi ini, mampu menjadi magnet yang cukup besar di kalangan masyarakat golongan individu, khususnya anak-anak.

Mungkin, bagi sebagian orang memiliki akun facebook merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Sesuai dengan ilmu sosial yang ada, bahwa suatu individu akan merasa dirinya berada di level atas apabila individu tersebut tidak ketinggalan jaman atau gaptek ( Gagap Teknologi ). Mungkin hal semacam inilah yang ada di pikiran calon generasi bangsa tersebut.

Jika kita sering melihat berita dan menyasikan banyak sekali kejadian-kejadian yang merugikan akibat terlalu sering bermain dengan dunia maya. Misalnya saja, kasus pembunuhan yang pada awalnya dimulai dengan perkenanlan lewat facebook. Maupun tersebarnya gambar yang tak pantas di situs media sosial tersebut dan lain-lain. Tentunya kejadian seperti ini harusnya menjadi petunjuk bagi para orang tua agar lebih bisa mengawasi anak-anaknya.

Internet

Internet merupakan salah satu hal yang tak bisa lepas dari kehidupan masyarakat saat ini. Dengan adanya internet, segala aktifitas dinilai jauh lebih mudah dan bisa dikerjakan kapanpun dan di manapun. Namun, ada beberapa dampak dari internet yang seringkali menjadi bahaya yang secara diam-diam akan merusak mentalitas dan etika dari generasi calon penerus bangsa.

Misalnya saja seperti maraknya kasus peredaran video porno. Tak bisa dipungkiri, sikap orang tua yang selalu menturuti setiap kemauan anak-anaknya untuk selalu update mengikuti perkembangan zaman tanpa adanya pembelajaran dari pihak-pihak terkait, seringkali membuat anak-anak di bawah umur memiliki rasa penasaran yang tinggi dan mendapatkan sesuatu yang seharusnya belum boleh dia dapatkan di usianya.

Seringkali kita dapati, anak-anak usia sekolah dasar, sudah memiliki teknologi canggih sendiri. Mungkin, bagi para orang tua, memberikan sesuatu yang mewah kepada si buah hati, dianggap sebagai salah satu cara kasih sayang terhadap anak. Namun, hal itu justru sebaliknya akan semakin membuat anak menjadi ketagihan dan selalu mencari-cari sesuatu yang justru akan merusak akhlak dan aqidah anak nantinya.

Dan hal ini seharusnya menjadi tanggung jawab orang tua bahkan pemerintah untuk melindungi para calon generasi bangsa ini dari serbuan teknologi yang tak mengenal usia.

Handphone ( HP )

Handphone merupakan salah satu alat komunikasi modern yang cukup tua dibandingkan dengan teknologi yang lainnya. Hp saat ini bukan hanya menjadi salah satu alat komunikasi, namun sudah menjelma menjadi teknologi yang kini banyak diminati oleh kaum IPTEK.

Karena perkembangan HP yang semakin canggih, banyak dari beberapa kaum individu yang hampir semuanya memiliki teknologi modern ini. Bila dahulu HP dianggap sebagai barang yang mewah dan hanya segelintir orang yang mampu memilikinya, sekarang hampir tiap orang sudah pasti memilikinya.

Tak terkecuali, anak-anak. Sungguh miris jika kita melihat anak-anak yang masih berusia sekitar 7-14 tahun, sudah memiliki telepon genggam dan tahu tentang seluk beluk dunia modern. Seharusnya sebagai bangsa yang kaya akan budaya, kita sadar bahwa tak baik bila terus menerus memberikan anak dengan ‘menu santapan’ teknologi modern.

Di usia yang masih sangat dini tersebut, seharusnya para orang tua mengajarkan anak-anaknya tentang keragaman budaya Indonesia yang terkenal sangat banyak dan beragam yang tersebar di nusantara. Mungkin bagi sebagian orang yang sudah terlanjur ‘ketagihan’ dengan IPTEK, hal ini dianggap sangat irasional atau kurang masuk akal.

Namun, bila kita berfikir lebih logis lagi, apa jadinya bila calon generasi bangsa yang terus menerus hanya mengerti teknologi modern tanpa mengerti tentang kekayaan budaya Indonesia?

Efeknya mungkin tak akan terlihat saat ini. Namun di masa yang akan datang apabila kita membiarkan hal ini terus berlanjut, tentunya akan menjadi salah satu sinyal bahaya lunturnya nilai-nilai luhur bangsa.

Ilustrasi Capture Film Laskar Pelangi sebagai Kilas Balik Era Teknologi Saat Ini
Ilustrasi Capture Film Laskar Pelangi sebagai Kilas Balik Era Teknologi Saat Ini

Dari sepenggal artikel di atas, dapat kita simpulkan bahwa; Individu yang sudah ketagihan dengan dunia IPTEK akan terganggu jiwa dan emosinya secara tak langsung dan mempengaruhi pergaulan sosial, itu untuk yang pertama, sementara yang kedua adalah, dampak positif dan negatif bisa timbul tergantung bagaimana cara kita menyikapi kemajuan IPTEK tersebut.

Berikutnya, Apabila kita tak ingin nantinya budaya bangsa Indonesia menjadi ‘luntur’, ada baiknya mulai sekarang baik seluruh masyarakat terutama pemerintah, mulai perduli dan mengembangkan potensi budaya yang ada dan menampilkannya secara internasional pada seluruh dunia.

Urutan keempat dan yang terpenting adalah, teknologi yang paling sederhana didapatkan oleh setiap individu dari keluarga. Maka keluarga menjadi salah satu faktor penting yang membentuk karakter setiap individu.

Dengan adanya artikel ini, diharapkan semua masyarakat mampu selektif mengetahui dampak era teknologi dalam sosial budaya, termasu ketika memilih masuknya budaya asing ke Indonesia. Jangan sampai semua teknologi modern, membutakan mata bangsa Indonesia akan kebudayaan warisan leluhur yang seharusnya dilestarikan.

Renanda Pratama Herdianto

Latest posts by Renanda Pratama Herdianto (see all)

Comments

comments