Jam masih menunjukkan pukul 05.30. Sepagi itu, deretan pelanggan dari berbagai daerah tampak antre. Menunggu toko-toko di Pasar Tanah Abang mulai dibuka. Selang berapa lama, sekelompok tukang panggul datang. Karung-karung besar berisi busana muslim mereka jatuhkan di depan toko. Bak semut melihat gula, pembeli langsung menyerbu. Mereka yang telah antre saling berebut. Takut kehabisan barang. Itulah sepenggal kisah pikuk di pusat belanja tektil se-asia tenggara, termasuk baju busana muslim Indonesia.

Dikenal sebagai pasar tekstil terbesar se-Asia Tenggara, Tanah Abang menjadi magnet tidak saja bagi konsumen dalam negeri. Para turis dan pedagang asing pun kian sering terlihat untuk berbelanja tekstil maupun pakaian jadi produksi dalam negeri. Ini pasar dengan total omset miliaran rupiah per hari.

Gaung perkembangan busana muslim Indonesia belakangan ini memang kian merdu terdengar. Fashion muslim terus melakukan transformasi dari gaya konservatif menjadi lebih kontemporer berjiwa muda. Faktor yang membuat fashion muslim terus berkembang tentu beragam, mulai dari munculnya banyak komunitas seperti hijabers community, hijabers mom, hingga diselenggarakannya beragam bazar, dan peragaan baju.

Dampaknya terus terlihat. Jika dulu wanita berhijab lebih banyak wanita dewasa. Saat ini hijab semakin dikenal dan digemari oleh wanita-wanita muda, bahkan remaja-remaja putri.

Busana Muslim Indonesia Jadi Panutan di Dunia? Ini Faktanya
busana-muslim-indonesia

Indonesia Panutan Busana Muslim

Bukan Mesir, bukan pula Saudi Arabia yang didapuk sebagai panutan busana muslim di tahun mendatang, melainkan Indonesia. Faktanya, pemerintah tak main-main menggarap fashion muslim ini hingga bisa dikenal dan menjadi panutan negara lain di kemudian hari.

Buktu dukungan pemerintah untuk mode fashion ini juga didukung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, yang mana menargetkan Indonesia menjadi kiblat busana muslim dunia pada 2020. Apakah bisa?

Jangan pesimis tentu, menurut dia, Indonesia memiliki potensi sebagai salah satu pusat mode dunia, khususnya untuk busana muslim, karena memiliki sumber daya kreatif dan warisan budaya melimpah. “Jika Indonesia mampu mengangkat keunikannya, maka sudah dapat dipastikan kelak Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan mode di dunia,” imbuh Mari.

Hal senada disampaikan oleh Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi. Dia juga ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia, bahkan seperti Milan atau Paris yang notabene terkenal sebagai salah satu pusat fashion dunia.

Apakah ini bukanlah sebagai fakta bahwa potensi busana muslim Indonesia memang bisa menjadi panutan dunia. Contohnya Rumah Batik Danadi, anak usaha Rumah Batik Danarhadi. Salah satu kekuatan yang dimilikinya adalah busana muslim menggunakan motif batik dalam setiap potongan busana rancangannya. Motif batik selalu hadir, entah di hijab, atasan atau bawahannya.

Hal lain yang juga menjadi fakta bahwa di kemudian hari adalah dukungan ecommerce Indonesia yang semakin menggeliat, perlahan tapi pasti, satu-persatu toko online yang muncul untuk menawarkan busana muslim kian marak. Anehnya, meski persaingan begitu banyak namun tetap saja setiap kuartal dalam setahun tumbuh situs online berbasis fashion yang memamerkan gaya modis baju, mulai dari tren baju korea, batik hingga baju muslim. Bagaimana, Kami kira Anda setuju jika ini merupakan fakta yang belum terkuak penuh tentang kehebatan busana muslim ala Indonesia yang nantyinya menjadi panutan dunia. Semoga bermanfaat.

Comments

comments