Berkreasi dengan 5 Teknik Jitu Menghasilkan Foto Senja | PriceArea.com
Home > Berita & Ulasan > Berkreasi dengan 5 Teknik Jitu Menghasilkan Foto Senja

Berkreasi dengan 5 Teknik Jitu Menghasilkan Foto Senja

Pemandangan-Matahari-Senja

Pemandangan-Matahari-Senja

Momen senja sering menjadi sasaran pengambilan gambar favorit banyak orang. Warna jingga dari semburat sinar matahari dan efek cantik yang dihasilkan pada benda-benda di sekitarnya memang sangat menakjubkan. Tak heran bila orang-orang berburu pemandangan ini untuk dijadikan background ataupun sekedar megabadikannya sebagai fenomena alam.

Untuk makin membuatnya terlihat luar biasa, Anda perlu memerlukan beberapa teknik. Tidak terlalu susah kok, yang penting Anda harus memiliki media yang memadai. Inilah 5 teknik jitu menghasilkan foto senja yang bisa Anda praktekkan:

1. Carilah Spot yang Pas

Spot yang paling ideal untuk pengambilan foto senja adalah spot yang memungkinkan kita bisa melihat matahari tanpa terhalang oleh sesuatu, seperti bangunan, gunung, atau pepohonan. Contoh terbaik mungkin adalah pantai, dimana kita bisa melihat matahari turun sampai ke cakrawala. Bisa juga di atas gunung atau bukit, karena lebih tinggi dari sekitarnya kita jadi bisa melihatnya lebih jelas.

Sesampai di lokasi jangan buru-buru memasang tripod (http://www.pricearea.com/result/tripod), sebaiknya jalan-jalan dulu sambil mencari posisi yang terdapat obyek tertentu. Cari obyek menarik yang berada di pantai seperti perahu yang sedang bersandar, atau bunga dan tanaman lain jika lokasi yang kita pilih di daerah bukit, padang rumput, atau lahan pertanian.

 

2. Setting Kamera pada Mode Manual

Jika Anda sudah akrab dengan ISO, shutter speed dan bukaan/aperture, lebih baik setting kamera di mode manual. Anda bisa mencoba f/8 – f/16, tapi pemilihan tergantung dengan jarak subyek yang terdekat. Misalkan bila ada perahu atau bunga yang berada sangat dekat, maka gunakan bukaan kecil (f/16) supaya ruang tajamnya luas. Namun jika tidak ada obyek yang dekat, maka f/8 pun sudah cukup tajam.

Untuk ISO, usahakan menggunakan ISO terendah yang bisa didapatkan oleh kamera. Kadang-kadang, ISO terendah adalah ISO 100, tapi ada kamera yang memiliki ISO terendah 200. Jangan gunakan nilai ISO seperti Lo 1 (di kamera Nikon) karena kualitasnya tidak maksimal. Kalau pengaturan shutter speed itu fleksibel, tergantung pada kondisi cahaya. Pilih shutter speed yang lebih lambat untuk keadaan yang semakin gelap. Untuk yang di bawah 1/30 detik, sebaiknya mengunakan tripod, jika tidak kemungkinan besar hasil foto jadi tidak tajam.

Lihat pula lightmeter kamera untuk patokannya. Ganti setting shutter speed sampai lightmeter menunjukkan angka 0. Jangan takut untuk bereksperimen, karena tidak ada angka yang benar atau salah. Bila Anda tidak mengunakan tripod, ISO harus dinaikkan seiring dengan langit yang bertambah gelap, sedangkan  saat kamera terpasang di tripod jangan lupa mematikan auto ISO. Bila Anda termasuk yang awam dengan fotografi dan sistem penyettingan tadi, coba cari mode sunset. Beberapa kamera untuk pemula biasanya memiliki mode ini karena merupakan salah satu momen memotret yang populer. Bila tidak terdapat di kamera Anda, gunakan night shot, tapi saat mengunakan mode ini dianjurkan untuk menggunakan tripod.

 

Proses-Pengambilan-Foto-Senja

Proses-Pengambilan-Foto-Senja

3. Hati-hati dengan Langit yang Terlalu Terang

Kesalahan yang paling sering terjadi untuk pengambilan gambar ini adalah langit terlalu terang. Meskipun Anda sudah menuruti lightmeter kamera di angka 0 atau menggunakan mode auto/sunset dan lainnya, bisa jadi sebagian besar langit masih terlalu terang. Kalau itu terjadi, gelapkan dengan mempercepat shutter speed sampai langit tidak terlihat putih (terlalu terang). Jika mengunakan mode P/A(Av)/S dan lain-lain, gunakan fungsi kompensasi exposure (berlambang +/-) dan ganti setting ke arah minus.

 

4. Gunakan Manual Fokus Jika Autofokus Macet

Semakin gelap kondisi, akan semakin sulit untuk melakukan autofokus. Saat kamera berada di tripod, gunakan fitur live view yang berguna untuk mengkomposisikan foto dengan monitor LCD. Anda bisa memperbesarkannya kalau diperlukan. Bila autofokus masih tidak berjalan dengan baik, gunakan manual fokus dan putarlah ring fokus yang terletak di lensa sampai pemandangannya tajam.

 

5. Filter GND dan Fitur untuk Mengatasi Kontras Tinggi

Filter seperti GND (Graduated Neutral Density) biasanya digunakan untuk menyeimbangkan pencahayaan langit dan bumi saat momen sunset dan sunrise. Untuk memberikan kesan yang lebih alami dan bentuk-bentuknya lebih menonjol, baiknya tidak perlu mengunakan filter GND serta biarkan bagian foreground gelap atau membentuk siluet.

Alternatif lain jika ingin langit dan bumi seimbang yaitu dengan mengaktifkan fitur yang dinamakan Active D Lighting (pada Nikon) atau Auto lighting optimizer (pada Canon). Ada juga kamera yang kini memiliki fitur Built-in HDR. Saat fitur ini aktif, kamera akan otomatis membuat dua gambar dan menggabungkannya langsung menjadi satu.

Cara lainnya adalah membuat dua atau lebih dari dua foto yang terang gelapnya berbeda-beda lalu menggabungkannya dengan software pengolah HDR seperti Photomatix atau Photoshop CS. Saat menggunakan teknik HDR, Anda wajib mengunakan tripod supaya foto akhir tidak berbayang dua.

 

Menghasilkan foto yang spektakuler tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan teknik khusus demi mendapatkan hasil yang maksimal dan 5 teknik jitu menghasilkan foto senja dapat membantu Anda. Untuk menunjang kegiatan Anda ber-hunting foto sunset, gunakanlah produk kamera yang ada di Pricearea. Langsung masuk saja ke http://www.pricearea.com/harga/kamera untuk mendapatkannya. Untuk hasil yang lebih bagus, akan lebih pas memakai kamera SLR (http://www.pricearea.com/harga/kamera/kamera-slr). Happy hunting!

Comments

comments

Read previous post:
Review Lengkap OnePlus One Smartphone
Review Lengkap One Plus One Smartphone

Sayangnya, hingga artikel review lengkap One Plus One smartphone ini Kami publish, belum ada informasi terkait harga dan waktu pemasaran...

Close