Berkawan dengan teknologi – Kita yang hidup di masa sekarang dan yang akan datang sangat dimanjakan dengan Kemajuan Teknologi yang berkembang, seperti, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) salah satunya. Terus mengalami kemajuan yang sangat pesat dari waktu ke waktu dibuktikan dengan bermunculannya Perangkat Keras (H/W) alat komunikasi yang smart seperti: (HP, Laptop, Gadget, dll) dan biasa nya diluncurkan juga bersamaan dengan Perangkat Lunak (S/W) yang mendukung perangkat keras tersebut.

Kita dapat memanfaatkan dan berperan dalam TIK  apakah hanya sebagai “Pengguna, Penikmat, atau Pelaku”. Pengguna dan Penikmat TIK tentu lebih besar jumlahnya dibanding Pelaku Usaha dibidang TIK. Yang dimaksud dengan Pengguna dan Penikmat TIK adalah orang-orang yang betul-betul hanya tinggal menggunakan dan menikmati hasil kecanggihan dari perangkat tersebut biasanya di sebut “Konsumen” asal Ada DUIT ya Mereka tinggal beli dan memilih apa yang mereka mau dan suka tentunya sementara Pelaku Usaha mereka dapat memanfaatkan dari ketiga aspek tadi yaitu “Pengguna, Penikmat, sekaligus Pelaku” pemanfaatan TIK untuk menunjang kemajuan usahanya.

Indonesia sebagai salah satu pangsa terbesar di dunia tentunya menjadi sasaran yang di anggap penting bagi pelaku usaha dibidang TIK, setiap perusahaan atau vendor Dalam atau Luar Negeri berusaha agar dapat berpromosi dan memasarkan produknya dengan mudah kepada konsumen dengan hanya satu klik saja atau dengan menggerakan satu jari, informasi yang dibutuhkan sudah ada digenggamannya.

Dengan Pemanfaatan Jaringan Internet beserta atribut didalam nya seperti (WEB, Blogging, Social Media, dll) kita bisa berpromosi seperti yang dilakukan oleh PriceArea.com. beserta Grup nya PinkEmma.com, Sribu.com, Makanja.com dan Bilna.com mereka saling terkait satu dengan yang lainya dan saling membantu untuk mempromosikan dan memberikan informasi tentang produk yang mereka pasarkan atau dengan bahasa keren nya Link and Share Information.

Selama kita terhubung dengan Jaringan Internet Se-Olah-olah “Dunia Sudah ada di GengGaman Kita” apapun yang kita butuhkan semua ada itu Slogan yang sering kita dengar

Saya mencoba mengelompokan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi kedalam beberapa aspek bidang kehidupan seperti :

  • Pemerintahan, dari tingkat terendah RT – Presiden, memanfaatkan TIK ini.

Contohnya : Misalnya tingkat RT, Pak RT tidak perlu lagi harus capek-capek mendatangi stafnya hanya untuk memberikan informasi dan instruksi yang sifatnya mendesak karena Pak RT mendadak dapat telp dari kantor tempat Pak RT bekerja harus bertugas ke Luar Kota sementara besok akan ada Rapat dengan Warganya.
Pak Presiden juga tidak mau ketinggalan dengan rakyatnya punya akun di jejaring Social yang lagi ngetren dan banjir peminat seperti FB, Twitter dan BBM atau yang lainnya.

  • Pendidikan, tentu lebih banyak jumlahnya penggunanya dari tingkat PAUD – Profesor bahkan dari Pra Sekolah sudah memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi ini.

Contohnya : anggap saja anak dari usia 1 tahun sudah bisa menerima dan mengerti ada suara dari handphone Ibu nya yang sedang bekerja untuk berkomunikasi dengan anak balitanya walau terkadang bahasa yang di keluarkan anaknya tidak dimengerti ibunya, tapi itu bukan jadi penghalang untuk berkomunikasi.

Ilustrasi-Berkawan-Dengan-Teknologi
Ilustrasi-Berkawan-Dengan-Teknologi

Anak SD, SMP atau SMA, mereka memanfaatkan Internet salah satu nya untuk mencari bahan untuk melengkapi tugas yang diberikan oleh gurunya di sekolah, mencari tambahan ilmu pengetahuan lain, bermain games, berteman, dll. Guru, Dosen, Profesor memanfaatkan TIK untuk proses belajar mengajar, misalnya tugas yang dikirim via email, atau memberikan kuliah secara online.

Mahasiswa, Guru dan Dosen yang ingin tahu informasi tentang Komputer beserta assesoris nya tinggal klik saja di http://www.pricearea.com/harga/komputer. Ibu-ibu rumah tangga, jelas tidak mau ketinggalan doong dengan Teknologi yang ada, bahkan tidak jarang punya HP (lebih dari satu bisa dua atau tiga, setiap ada produk yang baru ingin beli biar tidak disebut ketinggalan atau GapTek, pas kumpul-kumpul atau arisan lihat Ibu A, B, C dan D sudah punya HP keluaran terbaru yang lagi booming tentu nya Ibu Z ini juga tidak mau ketinggalan, katanya, “Iihat ya ibu-ibu bulan depan saya juga sudah punya HP baru seperti yang ibu-ibu punya”. Nah kalo ingin tahu sekitar HandPhone bisa disini http://www.pricearea.com/harga/handphone/handphone

  • Banyak kita lihat dan dengar ibu-ibu rumah tangga biasa walau dirumah tapi punya penghasilan karena berhasil jualan secara online sehingga bisa membantu perekonomian keluarganya. Misalnya ibu-ibu ingin membeli atau sekedar ingin tahu informasi perlengkapan untuk Anak nya bisa klik, http://www.pricearea.com/harga/produk-bayi-dan-anak
  • Keluarga, Orang tua dengan anak, adik-kakak, saudara atau anggota keluarga lain bisa dengan mudah untuk saling berkomunikasi dengan keluarga sendiri dimanapun mereka berada selama ada sinyal dan Pulsa tentu nya.
  • Pelaku Usaha, dari skala Kecil sampai yang Besar tentu sangat terbantu dengan teknologi yang ada saat ini banyak sudah kita dengar dan baca dari media cetak atau elektronik bahkan dari yang masih GapTeK tidak tahu sama sekali dengan Teknologi dibantu dipasarkan produknya dengan dibuatkan Blog oleh tetangga nya yang kebetulan seorang Mahasiswa yang melek Internet alias tidak GapTek, “Bapak M saya ingin mencoba membantu memasarkan produk Bapak Insya Allah bisa meningkatkan penjualan BerDoa saja dan mari kita tunggu dan lihat bagaimana perkembangannya”, kurang lebih intinya itu obrolan Mahasiswa dan Bapak M, ternyata hanya hitungan bulan betul Omset dan Pesanan terus bertambah sampai kewalahan dan harus menambah pegawai baru untuk membantu memenuhi pesanan konsumen agar konsumen tidak kecewa.

Awalnya Bapak M tidak menyangka samasekali bahkan mungkin terpikirkan juga tidak karena tidak tahu apa itu Internet bagaimana cara menggunakannya bahkan apa manfaatnya, ternyata hasilnya seperti itu sampai terkaget-kaget pesanan terus berdatangan dari Dalam bahkan sampai ke Luar Negeri.

Tidak disangka Bapak M bisa membuka lapangan pekerjaan bagi tetangga dan lingkungan disekitarnya. Bapak M dan Mahasiswa terjadi hubungan yang harmonis Simbiosis Mutualisme saling menguntungkan kedua belah pihak. Sehingga Mahasiswa tadi sekarang sudah punya uang saku sendiri tidak lagi tergantung dari kiriman Orang Tuanya di kampung karena tentunya Bapak M memberikan imbalan atas jasanya disitu telah terjadi hukum ekonomi, bahkan sudah tidak perlu dikirimin lagi Uang untuk Kuliah dan kebutuhan sehari-harinya.

Di atas tadi merupakan gambaran sebagian kecil dari realita yang ada disekitar kita, hasil dampak Positif Pemanfaatan Teknologi Informasi. Apapun itu di dunia ini selalu ada dua sisi, ada Manfaat dan Kurang Manfaat atau dengan kata lain Dampak Negatif dari Sebuah Peradaban Teknologi dalam kehidupan kita sehari-hari seperti :

Di Pemerintahan, salah satu contohnya membobol Situs Pemerintah dengan mengacaukan atau memberikan Informasi yang tidak benar oleh orang yang tidak bertanggung jawab biasanya disebut Hacker.

Pendidikan, banyak anak menyalahgunakan perangkat komunikasi pada saat jam belajar misalnya, guru sedang menerangkan ternyata siswa nya juga asyik dengan HP nya sedang SMS-an atau main Game dan lain-lain.

Banyak Pelajar yang mudah dikelabui dan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, misalnya terjadi penipuan yang lebih sadis lagi penculikan, diperdagangkan, dll.

Ibu-ibu Rumah Tangga, biasanya di jadikan ajang ngerumpi atau sampai lupa harus mengurus rumah tangganya seperti lupa masak, lupa belum memandikan anaknya atau menjemput anaknya dari sekolah, dan lain-lain.

Di Keluarga, Ayah-Ibu, Anak, Adik-Kakak jadi berkurang komunikasi secara langsung, tidak jarang sms-an masih dalam 1 rumah hanya beda kamar, dalam satu meja makan mereka asyik dengan dirinya sendiri-sendiri, misal kalau dipanggil orang tua Iya Ma-Pa nanti tapi ketika HP berdering langsung direspon tidak mau terlambat sedikitpun sebegitu pentingnya HP menurut mereka.

Sekarang bila pergi dan lupa bawa HP serasa sudah mau Kiamat Panik aduh HP saya ketinggalan gimana doong sebegitu tergantungnya pada alat tersebut, padahal dulu tidak seperti itu. Artinya kebutuhan akan Informasi dan Komunikasi itu terus meningkat seperti BerNafas saja.

 

Pelaku Usaha, ada beberapa pelaku usaha BODONG alias PALSU hanya untuk menipu calon konsumennya, Hipnotis, dll.
Teknologi bisa jadi Kawan alias Positif selama itu digunakan untuk hal Positif, tapi bisa juga berdampak Negatif kalo ditujukan untuk berbuat Negatif.

Jadi bukan Teknologinya yang Salah tapi kita sebagai “Pengguna, Penikmat, atau Pelaku” Teknologi yang harus pandai-pandai bagaimana harus bersikap dan bertindak berkawan dengan Teknologi.

Semoga Artikel Mini pertama saya ini bermanfaat untuk saya yang sedang Mengikuti Lomba Menulis Artikel yang diselenggarakan oleh PriceArea.com. dan bagi pembaca yang sudi me-Like dengan segala ke ikhlasannya saya ucapkan terimakasih semoga Allah membalas kebaikan anda semua. Amiin.

Nur Afni

Latest posts by Nur Afni (see all)

Comments

comments