Apa yang Sudah Dilakukan Teknologi bagi Manusia?Jika muncul pertanyaan tersebut maka tanpa disadari telah banyak sekali jenis teknologi yang sangat membantu kehidupan manusia. Hal-hal yang begitu kompleks kini dengan gampang dioperasikan oleh bantuan teknologi yang mana untuk membantu kehidupan manusia itu sendiri. Sebagai contoh, jikalau melihat era kemerdekaan masa lalu, dimana informasi sangat langka dan terbatasnya teknologi nirkabel maka hal itu tak terjadi di masa kini.

Beberapa dekade lalu, para pejuang kita yang ada di gua-gua atau ladang-ladang menggunakan radio yang belum tentu jelas sinyal dan suaranya untuk saling berkomunikasi atau sekedar mendapatkan informasi apakah Indonesia sudah merdeka atau belum. Dan bayangkan, jika pada era kemerdekaan dulu sudah ada handphone atau internet, tentu pergerakan informasi bisa cepat dan tepat menuju sasaran.

Jika itu terjadi mungkin pidato kemerdekaan hebat Soekarno itu sudah bisa di-streaming-kan di Youtube, pengabaran kemerdekaan bisa lewat Twitter dengan hastag #merdeka, atau foto-foto kemerdekaan langsung bisa diunggah ke Instagram dan dapat dilihat atau bahkan di-like oleh masyarakat Internasional.

Eksplorasi Kemungkinan Tak Terhingga

Tidak berhenti sampai tahap disana, teknologi dapat membantu manusia dalam mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan yang tidak terhingga. Pada era dahulu, banyak dari masyarakat yang ketakutan mengenai virus HIV/AIDS dikarenakan keganasan virus ini dapat mengunci rapat kemungkinan untuk sembuh bagi para pengidapnya.

Namun, sejak tahun ini telah ditemukan obat HIV/AIDS yang mempunyai nama Tivicay yang kini sudah dianjurkan untuk digunakan oleh orang sedunia yang mempunyai penyakit HIV/AIDS. Harapan dari obat yang sudah digenerikkan ini adalah untuk melawan virus yang memakan sel darah putih manusia dan membuka kesempatan bagi pengidap penyakit ini untuk sembuh dan kembali melanjutkan aktifitas seperti biasanya.

Selain itu pengeksplorasian alam semesta juga dapat terjalankan oleh karena bantuan teknologi. Prediksi meteor setiap menit yang mungkin bisa menghancurkan bumi sudah dilakukan oleh NASA (National Aeronautics and Space Administration) sebuah badan antariksa Internasional yang bertempat di Amerika Serikat.

Pengukuran kecepatan dan ketepatan meteor pun dilakukan dengan skala kesalahan hingga 0%. Jadi jangan khawatir jika tiba-tiba ada yang jatuh di atas atap anda, tentu bukan meteor, itu mungkin sendal anak-anak yang tidak sengaja terlempar oleh teman mainnya.

Lain hal, ada Curiosity yakni sebuah robot otomatis yang kini masih mengemban tugas untuk melanglang buana di Mars demi menjawab satu pertanyaan: Apakah manusia bisa hidup di Mars? Banyak fakta-fakta mengejutkan dalam pengeksplorasian yang dilakukan oleh robot bernilai milyaran dollar ini, misalnya ditemukannya air di Mars.

Penemuan ini tentu menggoncangkan umat manusia dimana air adalah salah satu unsur yang harus ada agar manusia bisa hidup. Dan itu berarti kemungkinan manusia untuk hidup di Mars ada, tinggal menunggu penemuan mengejutkan lainnya oleh si robot Mars.

Ilustrasi Foto Curiosity di Mars
Ilustrasi Foto Curiosity di Mars

Dan sebagai analisis terakhir, teknologi membuat aktivitas manusia lebih efisien dan efektif. Hal ini sangat penulis rasakan ketika ingin membantu Kakak perempuan dalam membeli handphone baru permintaan temannya. Dengan kemudahan teknologi tawarkan yaitu Internet, penulis membuka website-website yang menjual handphone dengan berbagai variasi harga dan ketersediaan barang.

Tentu jika dibandingkan dengan pergi dari satu toko ke toko akan menghabiskan banyak waktu (inefisiensi) dan tentu tenaga (ketidakefektifan) bahkan terkadang barang yang diinginkan pun tidak ada dan meskipun ada barangnya, harga tidak sesuai atau lebih tinggi dari harga pasaran. Selain itu, Internet juga membantu dalam mencari barang-barang lainnya seperti komputer, mobil, motor, fashion, atau properti.

Kebermanfaatan teknologi dalam hal efisiensi dan efektifitas dapat juga terlihat dengan teknologi-teknologi yang jarang kita apresiasi. Sebagai contoh, lampu bertenaga listrik. Lampu bernergi listrik adalah alat yang ditemukan oleh Thomas Alva Edison di abad ke-18 dimana penemuan dahsyat ini menggantikan lampu obor atau lampu suluh yang mana menghabiskan banyak energi.

Penemuan hebat ini pun tetap dipakai sampai sekarang. Lain hal yang terjadi dengan teknologi yang kurang dilihat ini, ibu rumah tangga dan sebagian besar masyarakat juga harus berterima kasih atas tentara jepang yang menemukan rice cooker / mesin penanak nasi. Banyak dari kita mengabaikan teknologi ini, padahal fungsinya sangat penting apalagi untuk anak kost-kostan.

Penemuan rice cooker pada zaman 300-710 setelah masehi ini masih tetap diperbaharui oleh Toshiba dan beberapa perusahaan besar lainnya hingga sekarang. Saat ini, rice cooker mempunyai fungsi lain yang tidak hanya merubah beras menjadi nasi empuk, namun juga menghangatkan dan mempertahankan panas nasi dan tentunya dengan arus listrik yang semakin kecil setiap ada pembaharuan pada teknologi cerdas ini (efisien dan efektif).

Kesimpulannya, kebermanfaatan teknologi tentu menjadi dorongan bagi manusia dalam memahami dan mempelajari kehidupan ini. Terlepas dari kontroversi adanya hal-hal negatif yang ada pada teknologi saat ini, setidaknya kita sebagai pengguna yang dituntut zaman dalam memakainya harus melihat kebermanfaatan dan ketidakbermanfaatan teknologi seperti dua sisi koin yang tidak akan terpisah.

Memanfaatkan teknologi diperlukan kebijakan, kesadaran, dan tingkat apresiasi yang tinggi, jikalau tidak ada hal tersebut, ini adalah alasan kenapa banyak teknologi yang disalahgunakan dan membuat kerugian bagi orang lain atau pengguna itu sendiri. Tingkat apresiasi dalam melihat teknologi juga harus ditingkatkan, semakin kita memperlakukan teknologi dengan baik, semakin tinggi kesadaran kita untuk menginovasinya dan memperbaikannya dalam hal sumber tenaga, keramahan terhadap lingkungan, ataupun desain dan kemudahan.

Mari memanfaatkan teknologi yang bermanfaat!

Comments

comments