Indonesia kini tengah dilanda booming e-commerce alias jual-beli secara online. Nilainya cukup fantastis, tahun 2015 diperkirakan lebih dari USD 20 miliar, meningkat dari realisasi sebesar USD 12 miliar di tahun 2014 dan USD 8 miliar di tahun 2013.

Angka sebesar ini diperkirakan disumbang dari sekitar ratusan ribu Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) yang memasarkan produknya melalui internet. Jumlah ini terbilang sangat kecil jika dibandingkan dengan 55 juta UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Online-shop
Online-shop | http://www.remicom.com/

Dengan banyaknya penjual yang bertransaksi secara online, tentu membuat calon pelapak harus berpikir keras bagaimana lapaknya bisa dilirik dan diminati oleh pembeli. Ibarat mencari jodoh, berjualan online juga membutuhkan jurus-jurus khusus untuk memikat para penjaja online.

Ada sejumlah pelapak yang begitu mudah memikat pembeli, tapi di sisi lain juga banyak pelapak yang sama sekali tidak dilirik oleh pembeli. Bila ingin termasuk yang pertama, ikuti 5 trik agar lapak menarik hati online shopper berikut:

  1. Produk Harus Unik

Untuk memenangkan hati pembeli online, tentu harus ada sesuatu yang unik dari produk yang dijual atau ditawarkan secara online. Unik, berarti tidak ada atau sedikit sekali pelapak lain yang menjual produk serupa. Kalaupun ada yang sama, harus ditonjolkan keunikan yang tidak dimiliki oleh produk atau pelapak lain.

  1. Fokus pada Satu Produk

Keunikan ini juga akan mendorong pelapak untuk fokus pada satu produk yang dijualnya. Semakin dia fokus, produk yang dijual akan semakin unik, dan tentu pembeli akan semakin mudah mengenalinya sehingga muncul minat untuk membeli. Banyak pedagang yang tidak sukses karena dia tidak fokus pada satu produk alias menjual produk apa saja alias ‘Palu Gada’ atau ‘apa lu mau gua ada’.

Produk yang unik dan fokus pada satu produk, akan menciptakan image positif bagi pelapak. Pembeli akan lebih percaya membeli produknya karena pelapak sangat menguasai spesifikasi dan keunggulan produk yang dijualnya. Di sisi lain, pelapak akan semakin mudah menjelaskan produk yang dijualnya kepada pembeli sekaligus dia bisa menjawab jika ada pembeli yang komplain atau menuntut spesifikasi produk yang lebih tinggi.

  1. Tampilan Lapak yang Menarik dan Memikat

Setelah produk yang dijualnya unik, langkah selanjutnya mengemasnya dalam sebuah tampilan yang menarik di lapak. Tampilan ini mulai dari foto, deskripsi produk, ketersediaan stok produk, harga kompetitif hingga judul yang bisa mengundang calon pembeli untuk mengklik lapak tersebut.

Penting diingat bahwa deskripsi produk harus benar-benar jelas dan menjual. Hindari deskripsi yang terkesan bombastis dan mengada-ada karena akan jadi bumerang bagi pelapak. Akan lebih baik jika dipaparkan secara spesifik tentang keunggulan dari produk yang dijual. Deskripsi ini akan semakin terlihat menjual jika ditunjang dengan judul dan foto yang membuat calon pembeli langsung mengklik lapak tersebut.

  1. Layanan Inovatif

Ada satu keunggulan yang bisa dijadikan pertimbangan para calon pelapak, yakni terkait dengan layanan inovatif untuk memanjakan pembeli. Ini memang bukan sekadar layanan biasa, dimana pembeli berminat, transfer uang, barang dikirim, transaksi terjadi, dan selesai. Namun ini layanan inovatif yang ingin selalu memanjakan pembeli. Tujuannya jelas, agar terjadi kepuasan sehingga terjadi transaksi berulang.

Layanan inovatif itu, misalnya, ada pelapak yang membebaskan ongkos kirim untuk produk yang terjual. Lalu ada juga yang memberi jaminan berupa garansi satu tahun untuk produknya. Bahkan, ada juga pelapak di toko online yang mengirim secara langsung produknya kepada pembeli dengan batasan wilayah tertentu. Layanan inovatif ini sangat penting guna mempercepat sukses jualan online.

  1. Permainan Harga

Terkait dengan harga merupakan sesuatu yang agak sensitif. Perlu strategi khusus agar tidak dipermainkan oleh pelapak lainnya. Solusinya, pelapak bisa menerapkan teori subsidi harga. Artinya, ada produk yang memang dijual lebih mahal, ada juga yang dijual di bawah harga pasaran. Ini akan terjalin subsidi silang tanpa mengurangi kualitas produk tersebut.

Ada juga pelapak yang mencoba memainkan taktik psikologi harga. Misalnya, harga di pasaran, produk yang sama dijual dengan harga Rp 50 ribu, pelapak tersebut menjualnya dengan harga Rp 49 ribu. Selisih harga yang tipis ini tentu akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi pembeli untuk membeli produk tersebut.

Baca Juga: 8 Tips Menghemat Uang Ketika Berbelanja Online di Indonesia

Sekali lagi, ditekankan bahwa umumnya yang dilirik adalah mereka yang punya lapak yang unik, terutama dari segi barang yang dijual. Kemudian lapaknya harus didukung dengan tampilan yang menarik dan memikat serta layanan yang inovatif. Jadi, intinya carilah keunikan lapak Anda, apapun itu, keunikan inilah yang dilirik oleh pembeli online.

Comments

comments